Cara Kenali Risiko Kanker Prostat dari Lingkar Pinggang

Cara Kenali Risiko Kanker Prostat dari Lingkar Pinggang Foto: Rawpixel/Mckinsey

Kanker prostat merupakan kanker kedua paling banyak yang ditemukan pada laki-laki di dunia. Salah satu cara sederhana untuk mewaspadai risiko kanker prostat pada laki-laki adalah melalui pengukuran lingkar pinggang.

Cara sederhana ini diungkapkan oleh tim peneliti dari Unit Epidemiologi Kanker di University of Oxford melalui sebuah studi. Studi ini melibatkan 218.225 laki-laki berusia 40-69 tahun yang tak memiliki kanker. Kesehatan mereka dipantau selama rata-rata 10 tahun.

Baca Juga: 5 Cara Turunkan Risiko Kanker Kolon, Apa Saja?

Selama studi berlangsung, tim peneliti mencatat beberapa informasi dari para partisipan. Informasi yang dicatat meliputi indeks massa tubuh (IMT), persentase lemak tubuh total, lingkar pinggang, dan rasio pinggang ke pinggul.

Sekitar 25 persen dari partisipan memiliki lingkar pinggang di atas 103 sentimeter. Sekitar 25 persen lainnya juga memiliki lingkar pinggang kurang dari 90 sentimeter.

Sebanyak 517 partisipan meninggal akibat kanker prostat selama periode studi berlangsung. Tim peneliti lalu menemukan bahwa para partisipan yang terkena kanker prostat memiliki lingkar pinggang yang besar, yaitu lebih dari 103 sentimeter.

Setelah menganalisis berbagai data, tim peneliti menyimpulkan bahwa laki-laki yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 103 sentimeter memiliki risiko kematian akibat kanker prostat 35 persen lebih tinggi dibandingkan partisipan dengan lingkar pinggang di bawah 90 sentimeter.

Laki-laki dengan rasio pinggang ke pinggul yang besar juga memiliki risiko kematian akibat kanker prostat 34 persen lebih tinggi. Rasio pinggang ke pinggul memberikan gambaran mengenai lokasi lemak yang tersimpan di sekitar bagian tengah tubuh.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini