Keluarga Amien Rais Beda dengan Keluarga Cemara

Keluarga Amien Rais Beda dengan Keluarga Cemara Foto: Antara/Aprillio Akbar

Di belakang layar, tak ada yang tahu pasti seperti apa keluarga Amien Rais sebenarnya. Tapi, kalau di panggung politik saat ini ada kesan keluarga tokoh reformasi itu seperti tak seindah dan tak semesra Keluarga Cemara yang digambarkan di film.

Buktinya, Amien tidak akur dengan Zulkifli Hasan yang nyata-nyata adalah besannya. Amien juga terkesan tak kompak dengan anaknya, Mumtaz Rais.

Baca Juga: Amien Rais Minta Jokowi Bersihkan Istana Mumpung Masih Ada Waktu

Semua itu, penyebabnya hanya satu: karena urusan politik. Amien tak pernah mendukung Zulkifli memimpin PAN dua periode. Tapi, Zulkifli masih ngotot mau lagi. Akhirnya, Zulkifli menang, sedangkan Amien gagal memenangkan jagoannya. Zulkifli berulang kali ingin menghadap Amien, tapi Amien belum memberikan waktu.

Zulkifli merayu, memuji, dan bersedih kalau Amien sampai keluar dari PAN dan mendirikan partai baru. Tapi, beberapa loyalis Amien sesumbar partai baru yang akan didirikan Amien akan segera dideklarasikan.

Nah, Mumtaz yang merupakan mantunya Zulkifli memilih berada di gerbong ayah istrinya itu. Mumtaz tidak yakin ayahnya dan kakaknya, Hanafi Rais akan mendirikan partai baru.

Disebut-sebut partai baru itu namanya PAN Reformasi. PAN Reformasi merupakan partai baru yang diinisiasi oleh kader PAN yang kecewa dalam Kongres V di Kendari, Februari lalu. Rencananya, PAN Reformasi bakal deklarasi Desember mendatang. Amien dan Hanafi Rais diklaim berada dalam partai baru ini.

"Pak Amien dan kawan-kawan menjadi motor lahirnya partai baru. Setelah melalui diskusi yang panjang ternyata usulan yang menguat adalah nama Partai PAN Reformasi," kata loyalis Amien, Agung Mozin kepada wartawan, akhir Agustus lalu.

Namun, rencana pembentukan PAN Reformasi justru dapat komentar negatif dari Mumtaz Rais. Anak Amien yang juga Ketua DPP PAN ini ragu bila PAN Reformasi bakal terbentuk. Bahkan dia menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini