Lagi dan Lagi, Menag Fachrul Razi Bikin Kontroversi

Lagi dan Lagi, Menag Fachrul Razi Bikin Kontroversi Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Sebelum pandemi virus corona melanda, Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin Jenderal (Purn) Fachrul Razi melemparkan wacana sertifikasi bagi penceramah. Wacana ini ditentang. Jadi gaduh dan kontroversial.

Akhirnya, mereda. Tapi, saat ini, wacana itu dimunculkan lagi. Tapi, lagi-lagi menuai polemik. Banyak yang menyuarakan ketidaksepakatannya. Duh, kenapa ya Kemenag masih saja jualan barang yang memang bermasalah?

Baca Juga: Merasa Tersakiti oleh Pernyataan Menag, PKS: Dia Gak Paham Islam

Menag Fachrul Razi mengungkapkan, program itu akan dimulai bulan ini. Target awalnya, mencetak 8.200 penceramah bersertifikat.

"Untuk semua agama," ujar Fachrul, beberapa waktu lalu.

Menurut Fachrul, sertifikasi bertujuan untuk mencetak penceramah yang memiliki bekal wawasan kebangsaan dan menjunjung tinggi ideologi Pancasila. Ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran paham radikalisme di tempat-tempat ibadah.

"Tolong yang diundang nanti di rumah ibadah kita, khususnya di lingkungan ASN, hanya mereka yang sudah dibekali penceramah bersertifikat," pinta eks Wakil Panglima TNI itu.

Dalam menjalankan program itu, Kemenag menggandeng seluruh majelis keagamaan, ormas keagamaan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Soal adanya penolakan terhadap program sertifikasi ini, Fachrul menyatakan tak masalah. "Ada sedikit gesekan, enggak setuju, enggak apa-apa. Kita lanjut terus," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini