Rusia: Kami Tidak Ingin Lomba Senjata, Tapi Dipaksa

Rusia: Kami Tidak Ingin Lomba Senjata, Tapi Dipaksa Foto: Sindonews

Rusia tidak tertarik pada perlombaan senjata, tetapi dipaksa untuk melakukannya sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat oleh NATO. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu.

"Semua tindakan yang diambil ditujukan secara eksklusif untuk memperkuat pertahanan, terbatas dalam skala dan sesuai dengan bahaya militer modern," kata Shoigu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Turki-Yunani Bentrok, Rusia Justru Gelar Latihan di Mediterania

"Kami tidak tertarik dengan perlombaan senjata. Untuk mengurangi ketegangan, kami bermaksud untuk mematuhi keterbukaan maksimum mengenai kegiatan militer", sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/9/2020).

Shoigu mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan NATO pengurangan jumlah latihan di tengah pandemi untuk mencegah kesulitan lebih lanjut, tetapi aliansi tersebut menanggapi secara negatif.

"Pimpinan militer Rusia telah berulang kali mengusulkan untuk menyetujui langkah-langkah bersama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dalam hubungan," kata Shoigu.

Menurutnya, langkah-langkah ini termasuk memindahkan lokasi latihan militer ke daerah pedalaman dari garis kontak antara Rusia dan NATO, menyepakati jarak minimum yang diizinkan dari pendekatan kapal dan pesawat, mengurangi jumlah latihan, dan aktivitas lain dari angkatan bersenjata Rusia dan angkatan bersenjata gabungan NATO selama pandemi.

"Inisiatif ini masih relevan. Namun, Brussels memandangnya secara negatif. NATO belum siap untuk bekerja sama secara konstruktif untuk meningkatkan stabilitas regional," tambah Shoigu.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini