Innalillahi! Lagi Kampanye Pilkada, Jagoan Golkar Meninggal Dunia

Innalillahi! Lagi Kampanye Pilkada, Jagoan Golkar Meninggal Dunia Foto: Antara/Didik Suhartono

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Utara (Malut) berduka cita atas meninggalnya Bupati pejawat Halmahera Timur (Haltim), Muhdin Ma'bud saat berorasi di hadapan ribuan pendukungnya pada Jumat (4/9/2020) petang.

Ketua DPD Partai Golkar Malut, Alien Mus di Ternate, Sabtu, menyatakan Partai Golkar secara organisatoris merasa kehilangan mendalam atas meninggalnya pejawat Bupati Haltim. "Yang jelas Partai Golkar turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bupati Haltim karena pasangan Muhdin-Anjas Taher sudah mendaftar ke KPU untuk mengikuti Pilkada pada 9 Desember 2020," ujarnya.

Anggota DPR-RI asal daerah pemllihan (Dapil) Malut ini mengatakan, Partai Golkar bersama partai politik (Parpol) koalisi tentunya akan mencari pengganti almarhum sebelum berakhir waktu pendaftaran di KPU Haltim.

Baca Juga: Golkar Terancam Dukungan dari Umat Islam, Ini Buktinya...

Bupati Haltim Muhdin Ma'bud menghembuskan nafas terakhir di RSU Kota Maba usai jatuh dan pingsan di tengah orasi politiknya di hadapan ribuan massa pendukungnya pada Jumat (4/9/2020) petang.

Diketahui, kedua pasangan ini usai mendaftar sebagai bakal calon Bupati-Wakil Bupati langsung bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Maba.

Dalam pidatonya itu, Muhdin banyak berbicara soal masa depan generasi muda Haltim agar mempertahankan semangat dan budaya yang telah diwariskan leluhur. "Harus tuntaskan pembangunan fondasi negeri ini dan kami akan menyerahkan kepada para generasi muda. Jadi fondasi pembangunan negeri ini harus kokoh," katanya.

Baca Juga: Musda Golkar Ricuh, Muncul Aksi Lempar-lempar Kursi

Akan tetapi, kalimat tersebut menjadi akhir dari pidato Muhdin karena tiba-tiba jatuh pingsan dan dilarikan ke RSU Maba sekitar pukul 16.25 WIT.

Muhdin Ma'bud merupakan Wakil Bupati Haltim periode 2010-2015 dan 2016-2020. Hanya saja, pada Maret 2019 dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan yang terjerat kasus suap di KPK dengan vonis 4,5 tahun penjara.

Pada Pilkada 2020 ini Muhdin maju sebagai calon Bupati pejawat dengan menggandeng kader Partai Golkar Anjas Taher dan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia serta Partai Hanura.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini