Ya Tuhan, 7.000 Tenaga Kesehatan di Dunia Gugur Selama Pandemi

Ya Tuhan, 7.000 Tenaga Kesehatan di Dunia Gugur Selama Pandemi Foto: Antara/REUTERS/Francis Mascarenhas

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengungkapkan ada sekitar 7.000 tenaga kesehatan di dunia yang gugur akibat Covid-19. Negara dengan jumlah korban tenaga kesehatan terbesar di dunia adalah Meksiko.

"Lebih dari 7.000 orang meninggal saat sedang berusaha menyelamatkan orang lain merupakan sebuah krisis dalam skala yang mengejutkan," ujar Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesty International Steve Cockburn, seperti dilansir Amnesty International.

Baca Juga: Sekda Cirebon Positif Covid-19, Pak Wali Kota Langsung...

Jumlah ini meningkat cukup pesat dibandingkan beberapa bulan lalu. Berdasarkan laporan Amnesty International pada 13 Juli lalu, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 3.000 lebih.

Cockburn mengatakan pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Namun hingga saat ini jumlah tenaga kesehatan yang menjadi meninggal dunia akibat penyakit tersebut masih sangat tinggi di berbagai negara.

Menurut Cockburn, setiap tenaga kesehatan juga memiliki hak untuk tetap aman selama bekerja. Banyaknya tenaga medis di dunia yang gugur akibat Covid-19 merupakan sebuah skandal yang harus dibayar mahal oleh semua orang.

"Harus ada kerjasama global untuk memastikan semua tenaga kesehatan mendapatkan alat pelindung diri yang memadai, sehingga mereka bisa melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," tukas Cockburn.

Berdasarkan data terbaru, Meksiko menjadi negara dengan jumlah tenaga medis terbanyak yang meninggal akibat Covid-19, yaitu 1.320 orang. Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan 1.077 tenaga medis dan Inggris di posisi ketiga dengan 649 tenaga medis.

Brasil menempati urutan keempat dengan jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 634 orang. Rusia dan India berada di urutan kelima dan keenam dengan jumlah tenaga medis yang gugur sebanyak 631 orang dan 573 orang.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini