Sekutu Erdogan Yakin Perang dengan Yunani Hanya Tunggu Waktu

Sekutu Erdogan Yakin Perang dengan Yunani Hanya Tunggu Waktu Foto: Reuters/Anton Vaganov

Politikus Turki yang juga sekutu Presiden Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa perang dengan antara negaranya dengan Yunani sekarang "hanya masalah waktu". Devlet Bahceli, pimpinan Partai Gerakan Nasionalis Turki mengatakan, rencana Yunani untuk memperpanjang wilayah perairannya sejauh 12 mil akan memicu konflik berdarah.

Ketakutan akan bentrokan skala penuh antara Turki dan Yunani berkembang setelah angkatan laut kedua negara unjuk kekuatan di perairan yang diperebutkan antara Siprus dan Kreta.

Baca Juga: Militer Yunani Bersiaga Serbu Perbatasan, Erdogan Balas...

Dan Bahceli sekarang telah menyatakan dia yakin rencana "invasi" Yunani akan "memiliki akhir yang sangat buruk."

“Tidak terbayangkan untuk meninggalkan kepentingan sejarah kita di Mediterania dan Laut Aegea. Nampaknya nafsu makan dan keinginan Yunani untuk dilempar ke laut kembali membengkak," katanya sebagaimana dilansir The Sun.

Politikus itu menekankan konflik di Mediterania dan Laut Aegea sekarang tinggal menunggu waktu.

"Tujuan Yunani adalah untuk datang lagi dan menduduki tanah kami (Turki) dari tempat kami membuang mereka 98 tahun lalu. Kami menghadapi rencana invasi baru,” katanya.

“Mulai saat ini, sikap dan perilaku Yunani akan menentukan apakah ketegangan yang meningkat akan menyebabkan pendarahan atau konfrontasi yang keji," tambahnya.

Komentar itu disampaikan Dan di tengah pertikaian diplomatik yang diperpanjang setelah Turki mengirim kapal penelitian Oruc Reis mereka ke perairan yang disengketakan untuk mensurvei dasar laut untuk mencari gas dan minyak pada 10 Agustus. Oruc Reis dikawal oleh kapal perang Turki.

Tindakan itu memicu kemarahan Athena, yang menanggapi dengan mengirimkan kapal angkatan laut dan mengumumkan latihan militer di selatan Turki dan di pulau Kastellerizo Yunani, hanya satu mil di selatan pantai Turki.

Athena mengklaim bahwa kapal itu beroperasi di atas landas kontinen Yunani di daerah di mana ia memiliki hak eksklusif atas potensi cadangan gas dan minyak bawah laut - mendorong negara itu untuk mengirim kapal perang untuk melacak armada Turki.

Ketegangan meningkat lebih lanjut ketika Turki mengonfirmasi kapal perang angkatan lautnya melakukan "pelatihan maritim" dengan kapal Amerika Serikat (AS) di Mediterania Timur.

Menanggapi krisis yang berkembang, Yunani juga mengumumkan akan memperluas perairan teritorialnya di sepanjang garis pantai baratnya dari enam mil laut menjadi 12 mil laut.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini