Masih Bersitegang, India Desak Rusia Kirim Rudal S-400-nya

Masih Bersitegang, India Desak Rusia Kirim Rudal S-400-nya Foto: Sindonews

India mendesak Rusia mengirim sistem pertahanan rudal S-400 tepat waktu, yakni akhir 2021. Desakan ini muncul ketika New Delhi terkunci dalam konflik sengketa perbatasan dengan China di Ladakh timur.

Menurut laporan Times Now News, Kamis (3/9/2020), desakan itu disampaikan Menteri Pertahanan Rajnath Singh yang pada hari Rabu tiba di Rusia untuk menghadiri Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Singh dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari Rusia Sergey Shoigu untuk meningkatkan kerjasama pertahanan bilateral antara kedua negara.

Baca Juga: Gawat, Tentara India Dibuat Mati Kutu Sama Militer China

Meski berseteru, India dan China sama-sama anggota SCO. SCO terdiri dari delapan negara anggota; India, Kazakhstan, China, Kyrgyzstan, Pakistan, Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan. Beijing diwakili oleh Menteri Pertahanan China Jenderal Wei Fenghe.

Menjelang keberangkatannya, Singh berkata, "India dan Rusia merupakan mitra strategis yang istimewa. Menantikan kemitraan ini lebih lanjut selama kunjungan saya."

Para pejabat New Delhi menyatakan bahwa Singh akan mendesak Shoigu untuk memastikanpengiriman peralatan militer terkait pertahanan secara tepat waktu, seperti sistem senjata, amunisi, dan suku cadang.

Kesepakatan pembelian senapan AK 203 yang telah lama tertunda juag diharapkan akan diselesaikan selama kunjungan Singh.

Khusus soal sistem rudal S-400, Menteri Pertahanan India tersebut dilaporkan akan meminta mitranya dari Rusia untuk memastikan pengirimannya tepat waktu. Batch pertama dari sistem rudal dijadwalkan akan dikirim ke New Delhi pada akhir 2021.

Ini adalah kunjungan kedua Singh ke Rusia sejak Juni. Pada 24 Juni, dia menghadiri Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow yang memperingati 75 tahun kemenangan Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua.

Dalam pemandangan yang langka, kontingen tri-Angkatan yang terdiri dari 75 personel dari Angkatan Bersenjata India, berpartisipasi dalam parade Hari Kemenangan tersebut.

Negara-negara anggota SCO diharapkan mempertimbangkan tantangan keamanan regional seperti terorisme dan ekstremisme. SCO adalah salah satu organisasi internasional transregional terbesar yang mencakup hampir 44 persen dari populasi dunia. Saat ini, SCO memiliki empat negara pengamat, yakni Afghanistan, Belarusia, Iran, dan Mongolia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini