DeFi Jadi Buah Bibir, Ekosistem Blockchain Tumbuh Subur

DeFi Jadi Buah Bibir, Ekosistem Blockchain Tumbuh Subur Foto: Unsplash/André François McKenzie

DeFi atau Decentralized Finance menjadi topik terhangat dalam pembicaraan bertema cryptocurrency dan blockchain.

Menurut Oscar Darmawan, pada awal 2020 saja, orang-orang tidak pernah mendengar apa itu DeFi. Saat ini DeFi sedang digandrungi. Menurutnya, ekosistem blockchain dan cryptocurrency akan terus berkembang demi menciptakan iklim yang positif.

"Dulu orang-orang di dunia blockchain dan crypto saja tidak mengenal apa itu DeFi. Sekarang, banyak diperbincangkan dan digandrungi oleh pelaku crypto. Ini menandakan bahwa ekosistem blockchain dan crypto terus berkembang dan menjadi salah satu solusi permasalahan sistem finansial saat ini," jelasnya.

Baca Juga: Buset, Aset Kripto ETH Meroket 200% Sejak Maret 2020!

Baca Juga: Indodax & Blockchain Zoo Bikin Infrastruktur Blockchain Tanah Air

Oscar melanjutkan, DeFi merupakan ekosistem yang baru ditemukan di dunia blockchain dan cryptocurrency. DeFi merupakan jaringan peer-to-peer yang membuat orang-orang mendapatkan pendanaan dengan menjaminkan cryptocurrency.

Dia juga berpendapat, bukan tidak mungkin teknologi baru terus ditemukan dan banyak digunakan orang-orang di dalam sistem blockchain. Hal itu tentunya juga menambah pengetahuan dan minat orang-orang terhadap cryptocurrency, seperti bitcoin, ethereum, dan lain-lain.

Bertambahnya minat dan pengetahuan orang-orang membuat permintaan cryptocurrency meningkat yang juga berujung pada meningkatkan harga kripto.

"Berkembangnya terus teknologi di dalam ekosistem blockchain adalah salah satu alasan cryptocurreny menjadi komoditas investasi yang menarik," jelas Oscar.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini