Dyandra Fokus Bisnis Baru, Berkebun!

Dyandra Fokus Bisnis Baru, Berkebun! Foto: Antara/Arif Firmansyah

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mulai fokus dalam pengembangan bisnis tourism leisure melalui unit bisnis PT Mitra Natura Raya (MNR) yang mengelola empat kebun raya, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Eka Karya Bali.

Direktur PT Dyandra Media International Tbk, Hendra Noor Saleh mengatakan bahwa semenjak telah diterbitkannya izin secara bertahap oleh pemerintah untuk membuka tempat usaha dan tempat rekreasi, pihaknya terus meningkatkan kualitas pelayanan pengunjung, promosi, dan pengelolaan yang terintegrasi di empat kebun raya.

Ia mengakui pembukaan tempat rekreasi berdampak terhadap kinerja perseroan. Bahkan, sejak mulai beroperasi di awal Juli 2020 secara bertahap, jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: Sempat Mati Suri, Dyandra Yakin Industri MICE Bisa Bangkit

"Bisnis baru DYAN sebagai operator venue merupakan salah satu solusi dan strategi di tengah pandemi Covid-19, di saat penyelenggarakan event belum bisa kembali aktif. Manajemen terus berinovasi saat permintaan pasar berubah dengan cepat dan dinamis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan pendapatan perseroan dan membuka peluang bisnis baru," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Ia mengatakan konsep baru yang ditawarkan oleh MNR kepada masyarakat dalam menikmati kebun raya, yaitu dengan memberikan layanan bertemakan Tour de Kebun Raya. Pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik untuk berkeliling kebun raya dipandu oleh tour guide andalan.

"Hanya dengan membayar sebesar Rp50.000 masyarakat sudah bisa menikmati sekaligus belajar di kebun raya. Selain itu, program lainnya yang ditawarkan adalah Kelas Berkebun. Pengunjung bisa mempelajari dasar berkebun dan kelas berbagai macam tumbuhan seperti Araceae, Anggrek hingga Sukulen," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini