BPD DIY Sabet Penghargaan dari Warta Ekonomi

BPD DIY Sabet Penghargaan dari Warta Ekonomi Foto: Istimewa

PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) meraih penghargaan sebagai bank berpredikat "sangat sehat" pada kategori BUKU II dari Warta Ekonomi. Penghargaan ini diberikan secara virtual dalam acara Indonesia Best Bank Award 2020: Facing the Uncertainty & Transforming Business Sustainability belum lama ini.

Penghargaan ini diberikan oleh CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan kepada Direktur Pemasaran BPD DIY Raden Agus Trimurjanto yang mewakili Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad.

"Ini suatu hal yang membanggakan bagi kami dan jadi cambuk juga, pasti bagaimana kita tetap dapat bertahan dengan kualitas dan predikat sangat bagus," ujar Agus Trimurjanto dalam acara tersebut.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Peraih Indonesia Best Bank Award 2020

Dia menuturkan, hal yang sangat penting bagi BPD DIY selaku bank umum saat ini, yakni bagaimana meningkatkan inovasi teknologi sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, khususnya kepada Pemda DIY.

"Sehingga kecepatan, keakuratan, akuntabilitas itu bisa terjaga dan bisa diterima dengan baik sebagai shareholder kami di Yogyakarta. Untuk itu kami selalu mengembangkan diri, mengikuti zaman bagaimana kita harus berinovasi, berteknologi sehingga bisa mengikuti apa yang ada dalam kondisi ke depan," jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan Triwulan I 2020, BPD DIY berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp50,9 miliar di triwulan I 2020. Perolehan laba ini dikontribusikan oleh pendapatan berbasis bunga sebesar Rp258,2 miliar. Sedangkan pendapatan nonbunga yang berhasil dikoleksi BPD DIY sebesar Rp37,6 miliar. Sementara kredit yang disalurkan sebesar Rp7,7 triliun.

Asal tahu saja, penghargaan ini ditujukan kepada perbankan yang mempunyai kinerja keuangan optimal dan sehat pada 2019 lalu. Warta Ekonomi menggunakan metode desk research dengan meneliti laporan tahunan (annual report) yang dipublikasi masing-masing bank. Data-data yang ada di dalam laporan tahunan tersebut kemudian diolah oleh tim peneliti Warta Ekonomi.

Indikator-indikator kemudian dikumpulkan dan diberi skor serta bobot. Secara umum, bobot masing-masing aspek ialah profil risiko sebesar 25%, GCG sebesar 20%, rentabilitas sebesar 30%, permodalan sebesar 15%, dan kinerja intermediasi sebesar 10%.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini