BJB Genjot Pertumbuhan Kredit di Segmen Komersial dan UMKM

BJB Genjot Pertumbuhan Kredit di Segmen Komersial dan UMKM Foto: Bank BJB

PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (1/9/2020) di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Kota Bandung, Jawa Barat dan dihadiri oleh para pemegang saham.

RUPSLB ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.Terdapat tiga poin utama yang dibahas dalam kesempatan ini, yakni perubahan anggaran dasar perseroan, pengangkatan Direktur Komersial dan UMKM, serta laporan perkembangan uji tuntas (due diligence) atas rencana penggabungan/pengambilalihan usaha Bank Banten.

Baca Juga: Gemilang di Triwulan II, BJB Raup Laba Bersih Rp808 Miliar

Pembahasan perubahan anggaran dasar adalah langkah perseroan dalam rangka penyelarasan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku. Dalam RUPSLB tersebut juga perseroan mengangkat Nancy Adistyasari untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Komersial dan UMKM.

Sementara itu, mengenai proses uji tuntas terkait rencana penggabungan/pengambalihan usaha Bank Banten, disampaikan dalam RUPSLB tersebut bahwa saat ini prosesnya masih belum selesai. Disampaikan juga bahwa seluruh proses uji tuntas tersebut senantiasa dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mengutamakan kepentingan seluruh stakeholders.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Widi Hartoto, mengatakan, telah lengkapnya jajaran Direksi menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan kredit perseroan dengan lebih optimal, utamanya di segmen komersial dan UMKM, dengan tingkat risiko yang terkelola dengan baik.

"Dalam rangka berkontribusi dan berpartisipasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Bank BJB senantiasa berupaya mengoptimalkan penyaluran kredit terutama kredit produktif di segmen komersial dan UMKM sehingga roda perekonomian dapat kembali berputar, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang memadai," kata Widi.

Widi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Namun, perusahaan masih dapat merespons kondisi tersebut dengan baik yang tercermin dari kinerja yang mampu mencatatkan pertumbuhan kredit 9,8% (yoy) menjadi Rp85,8 triliun. Laba bersih perseroan sendiri pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp808 miliar.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini