Baru 3 Bulan Menjabat, Bos TikTok Undur Diri, Gegara Trump??

Baru 3 Bulan Menjabat, Bos TikTok Undur Diri, Gegara Trump?? Kredit Foto: Unsplash/Solen Feyissa

Baru tiga bulan menduduki posisi CEO TikTok, Kevin Mayer kini memilih meninggalkan posisinya. Lebih lanjut, itu terjadi hanya beberapa hari sejak TikTok menggugat pemerintahan Presiden Donald Trump atas pemboikotan terhadap perusahaan itu.

Sebelum menjadi Bos TikTok dan Kepala Operasi ByteDance per 1 Juni 2020, Mayer merupakan eksekutif Walt Disney Co. Apa yang membuat ia mundur?

"Dalam beberapa pekan terakhir, karena lingkungan politik berubah secara tajam, saya telah melakukan refleksi signifikan tentang yang perubahan struktural yang perusahaan butuhkan," ujar Mayer lewat surat kepada karyawan, dilansir dari Reuters, Jumat (28/8/2020).

Baca Juga: TikTok Resmi Gugat Jajaran Trump dan Beri Komentar Pedas!

Baca Juga: Donald Trump, Sanksi ke Huawei Rugikan 1.200 Perusahaan AS Loh

Pendiri dan CEO ByteDance, Zhang Yiming mengatakan, perusahaan sedang bergerak cepat menemukan resolusi atas masalah global TikTok; khususnya di AS dan India.

Ia berujar, "ia masuk ke perusahaan di momen paling menantang perusahaan. Tak mudah untuk menjadi pemimpin perusahaan yang bergerak dengan cepat seperti kami; keadaan setelahnya membuat kondisi jadi lebih kompleks."

Pengunduran diri itu terjadi di tengah masa sulit bagi TikTok yang berupaya meyakinkan AS dan India kalau aplikasinya bukanlah ancaman keamanan. Di saat yang sama, TikTok juga sedang berdiskusi dengan sejumlah perusahaan--seperti Microsoft--yang berniat membeli operasi bisnisnya di AS.

"Manajer Umum TikTok di AS, Vanessa Pappas akan menggantikan Mayer untuk sementara," ujar perusahaan.

Para karyawan ByteDance sendiri mengaku tak terkejut dengan keputusan Mayer; karena masa depan TikTok di AS kini abu-abu. Apalagi, Mayer belum punya peran penting dalam pengambilan keputusan karena baru bergabung.

Satu lagi, TikTok memang berhadapan dengan sejumlah masalah global, khususnya di AS dan India karena dua negara itu menganggapnya sebagai ancaman keamanan nasional.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini