Pemilik Sari Roti Keluarkan Dana Rp182 Miliar dalam Enam Bulan

Pemilik Sari Roti Keluarkan Dana Rp182 Miliar dalam Enam Bulan Foto: Nippon Indosari Corpindo

Pemilik roti dengan merek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), menyatakan bahwa perseroan hingga semester I tahun 2020 telah menghabiskan dana hingga senilai Rp182 miliar yang merupakan dana belanja modal atau capitral expenditure (capex). Angka ini setara dengan 45,5% dari total anggaran belanja yang dianggarkan sebesar Rp400 miliar sepanjang 2020.

Head Investor and Public Relations PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Hadi Susilo, menuturkan bila dana tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik. Perseroan saat ini mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan satu pabrik di Filipina dengan total kapasitas produksi lima juta roti per hari.

"Saat ini, perseroan sedang membangun dua pabrik baru di kota Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan untuk beroperasi pada akhir tahun 2020," katanya dalam acara Public Expose Live 2020 yang difasilitasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Sari Roti Kasih Duit Puluhan Miliar ke Anak Usaha Buat...

Perseroan hingga paruh pertama 2020, mencatatkan kinerja yang sangat positif walau di tengah pandemi virus Covid-19 yang melanda dengan raihan penjualan bersih Rp1,67 triliun, meningkat 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal tersebut didukung dengan pertumbuhan signifikan pada kanal tradisional (general trade) hingga 30% YoY menjadi Rp455 miliar setelah penerapan strategi proaktif menangkap potensi pasar khususnya di area pemukiman dengan memperkuat sebaran 40.000 titik penjualan (point of sales) serta meluncurkan layanan pesan antar melalui aplikasi WhatsApp maupun Chatbot.

Sementara itu, kanal modern (modern trade) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan semester pertama tahun 2020 dengan membukukan Rp1,17 triliun penjualan dari 35.000 gerai minimarket, supermarket, dan hypermarket di seluruh Indonesia. Kinerja sangat baik juga tercermin dengan capaian Ebitda 1H 2020 sebesar Rp224.3 miliar yang meningkat tajam 17,5% dibandingkan 1H 2019 sebagai hasil dari efisiensi operasional khususnya pengelolaan transportasi logistik serta belanja iklan dan promosi.

"Bahkan setelah beban depresiasi, bunga pinjaman, dan pajak, perseroan tetap dapat menjaga profit margin yang sehat pada kisaran 5,5%. Hingga akhirnya membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp91,44 miliar," terangnya. 

Baca Juga: Rezeki Nomplok dari Sari Roti di Depan Mata, Jangan Terlewat!

Secara umum, dampak pandemi virus Corona (Covid-19) dapat dirasakan pada berbagai industri, termasuk sektor Makanan dan Minuman. Perseroan senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia agar dapat menentukan strategi yang tepat dalam menangkap prospek pertumbuhan permintaan produk roti yang kuat di Indonesia, serta menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian pandemi Covid-19.

"Seluruh kegiatan perusahaan baik operasional maupun perkantoran, dengan tertib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta mengedepankan standar tinggi kesehatan dan keselamatan kerja seperti memperhatikan jaga jarak fisik, memakai masker pada setiap aktivias bekerja dan senantiasa memberikan himbauan kepada seluruh karyawan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh," tutup Arlina.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini