Pejabat China Minta Negara Anggota ASEAN untuk Bekerja Sama

Pejabat China Minta Negara Anggota ASEAN untuk Bekerja Sama Kredit Foto: CSIS Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI)

Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan posisi baru negaranya di Laut China Selatan.

Pihak Tiongkok kemudian memanggil para diplomat dari 10 negara Asia Tenggara untuk bertemu guna menyampaikan kekhawatirannya tentang kehadiran AS yang berisiko konflik atas perairan yang diperebutkan.

Baca Juga: Lagi, Jet Pengintai AS Berkeliaran di Laut China Selatan

Selama pertemuan di Beijing pada awal Agustus 2020, seorang pejabat Tiongkok yang bertanggung jawab atas urusan maritim dan perbatasan mengungkapkan keprihatinan pihaknya atas 'risiko tinggi' dari aktivitas militer oleh 'negara-negara non-regional'.

Ungkapan 'negara-negara non regional' sering digunakan Tiongkok saat membahas peran AS di Asia.

Dikutip dari SCMP, pejabat Tiongkok itu meminta anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk bekerja sama dengan Beijing.

Dia mengatakan negara-negara ASEAN dan Tiongkok harus melanjutkan kode etik Laut China Selatan secepat mungkin untuk menunjukkan beberapa kemajuan dan tidak ingin proses tersebut 'dibajak' oleh negara-negara yang bukan bagian dari negosiasi.

"(Pejabat itu) tidak mengatakan kepada siapa Tiongkok ingin menunjukkan kemajuan, tetapi jelas bahwa itu adalah AS," kata salah satu seorang sumber yang mengetahui rincian pertemuan tersebut.

Para diplomat ASEAN percaya pertemuan itu menggarisbawahi keinginan Beijing untuk menjaga tetangga Asia lebih dekat ke sisinya dan mendorong Washington keluar.

Pemerintah AS menuduh Tiongkok meningkatkan klaimnya di Laut China Selatan di tengah negara lain sibuk memerangi pandemi virus corona.

Kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan pada Jumat, 21 Agustus 2020 bahwa departemen terkait telah mempertahankan 'komunikasi normal' dengan misi ASEAN di Tiongkok, tetapi tidak akan menjelaskan lebih lanjut.

Selama lebih dari dua dekade, Tiongkok dan negara-negara anggota ASEAN telah membahas potensi kode etik untuk mengelola sengketa teritorial mereka di jalur perairan strategis.

Klaim Tiongkok atas hampir semua Laut China Selatan diperebutkan juga oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini