Pak Amien Rais, Hentikan Hujat Kepemimpinan Jokowi!

Pak Amien Rais, Hentikan Hujat Kepemimpinan Jokowi! Foto: Sufri Yuliardi

DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur menyayangkan kritik yang disampaikan politisi senior Amien Rais terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kritik mantan Ketua MPR itu dinilai menghadirkan ajaran kebencian dan perpecahan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Dwi Rio Sambodo mengatakan, kritik Amien Rais yang meminta Presiden Jokowi untuk mundur dari jabatannya itu tidak menghadirkan keteladanan politik yang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa, Pancasila.

Baca Juga: Indonesia Makin Buruk Versi Amien Rais, PAN: Ada Benarnya Juga

Apalagi ditengah cobaan pandemi Covid-19 ini seluruh elemen bangsa seharusnya lebih mengutamakan keselamatan bangsa bukan malah menghadirkan ujaran kebencian dan perpecahan.

"Pak Amien selalu memberikan kritik tidak berdasar ke Presiden Jokowi. Beliau sebaiknya introspeksi, terlebih setelah gagal mengusung kandidatnya di dalam Kongres Partai Amanat Nasional sepertinya Pak Amien kehilangan panggung, terjangkit gejala post power syndrome akut. Di kalangan internal sendiri kepemimpinannya telah ditolak, Bak pepatah menepuk air didulang terpercik muka sendiri," kata Dwi Rio dalam siaran tertulisnya beberapa waktu lalu.

Dengan nada penuh belas kasihan, Ketua DPC PDIP yang dikenal sebagai die hard Megawati dan Jokowi tersebut justru mengingatkan tentang bahaya karma politik akibat perilaku Amien Rais yang sering bertindak selayaknya Sengkuni. Aktivis GMNI itu pun meminta Amien Rais melakukan taubat politik dan berhenti menghujat kepemimpinan.

“Karma politik itu nyata. Sebaiknya Pak Amien kembali pada khittahnya menjalankan tugas seorang ayah," pungkasnya. Seperti diketahui, di kawasan Senayan, Amien Rais mengkritik Presiden Jokowi yang telah berjalan selama enam tahun. Menurutnya, selama kepemimpinan Jokowi, Indonesia mengalami kemerosotan diberbagai sektor. Dia menyarankan Jokowi untuk mundur apabila merasa tidak memiliki kompetensi sebagai Presiden.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini