Kisah Para Pekerja Telkomsel, Bikin Ngebut Internet di Daerah 3T

Kisah Para Pekerja Telkomsel, Bikin Ngebut Internet di Daerah 3T Foto: Telkomsel

Telkomsel terus berperan aktif menghadirkan akses telekomunikasi bagi masyarakat di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Ini dilakukan untuk membuka akses telekomunikasi dan informasi kepada semua lapisan masyarakat.

Kualitas layanan komunikasi yang setara dengan kota besar diharapkan mendukung percepatan pertumbuhan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, sekaligus menjadi manfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.  

Sejatinya, upaya Telkomsel menghadirkan jaringan telekomunikasi di daerah tak mudah. Para pekerja di garis depan, sering menghadapi kendala tak terduga. Akses yang sulit, kendala komunikasi, juga dukungan infrastruktur minim. Apalagi jika bertugas di daerah konflik, nyawa jadi taruhan.

Baca Juga: Dibogem Covid-19, Alhamdulillah Kinerja Telkom Masih Kuat

Baca Juga: Telkom dan Garuda Kena Notasi Khusus dari BEI, Sedang Bermasalah?

Namun, semua itu tak membikin patah semangat. Lihat saja Moch Azizil Hamid, karyawan Telkomsel yang bekerja sebagai Consumer Sales Operation di Atambua. Ia tak lelah mengedukasi masyarakat terkait pentingnya sarana telekomunikasi. Ia berjuang mempertahankan pelanggan yang ada di kawasan perbatasan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). 

Tak jarang, bertemu pelanggan butuh waktu sekitar 4 jam lebih ke Kabupaten tertentu. Kendala bahasa serta kompetensi ketika mengedukasi ke outlet, dan juga fasilitas kesehatan yang alakadar kerap ia temui. Agar hasil kerja maksimal, ia berbaur, berusaha mengenal banyak orang, berkenalan dengan mitra outlet yang punya hobi sama ataupun warga lokal yang berjualan ikan bakar.

"Jadi, semakin banyak kenalan akan semakin nyaman berada di lokasi," ucapnya, Selasa (11/8/2020).

Agar tak penat, ia membiasakan menikmati dinginnya perbukitan Fulan Fehan, deru ombak Pantai Tanjung Bastian, hingga sedapnya cakalang bakar di Wini. Di daerah, ia berpikir kreatif. Misal membuat tutorial program yang diberi judul #kelasmalam alias Kami Ulas Supaya Kaka Paham yang akan digunakan untuk mengedukasi Sales Force (SF) dan outlet terkait dengan produk atau program baru. Laki-laki kelahiran Sidoarjo itu menyebut, tak jarang bersama karyawan lain, ia berbagi pengalaman, agar bisa bekerja optimal di area penugasan.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini