Saat Donald Trump Turun Tangan, Emas Lepas dari Genggaman

Saat Donald Trump Turun Tangan, Emas Lepas dari Genggaman Foto: Reuters/Leah Millis

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, turun tangan langsung dalam menangani permasalah ekonomi di Negeri Paman Sam, salah satunya melalui pemberian stimulus fiskal. Diketahui, Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang bantuan fiskal dengan harapan ekonomi AS kembali bangkit. 

Apa yang dilakukan Trump itu memberi peluang bagi indeks dolar AS untuk menguat. Di sisi lain, harga emas global justru terkontraksi setelah beberapa saat lalu bergerak ekspansif hingga menyentuh rekor tertingginya di US$2.077,85 per ounce. 

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah atas Dolar AS Hari Ini, Selasa 11 Agustus 2020

Dilansir dari RTI, emas global di pasar spot turun 0,51% ke level Rp2.015,90 per ounce. Sebelumnya, emas anjlok hingga ke level terendahnya di angka US$2.104,65 per ounce. 

Kepala pedagang di Investor Global AS, Michael Matousek, menilai bahwa anjloknya harga emas tersebut dipengaruhi oleh faktor ambil untung, di mana investor ramai melepas emas setelah harganya mengalami kenaikan. Menurut perkiraannya, harga emas akan kembali mengalami penguatan dalam beberapa wkatu ke depan.

Baca Juga: Korting Rp11.000, Cek Harga Emas Hari Ini, Selasa 11 Agustus 2020

"Ini hanyalah kemunduran alami saat tren penguatan. Orang-orang hanya melakukan aksi ambil untung karena harga emas telah bergerak naik begitu cepat dan dolar AS juga kembai menguat selama dua hari terakhir," terangnya seperti dikutip dari Liputan6, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020. 

Benar saja, emas global memang mengalam tren kenaikan, yakni mencapai 0,42% dalam sepekan. Jika dilihat sejak awal Januari 2020 hingga hari ini, emas global terapresiasi sebesar 32,59% (year to date/ytd). 

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini