Penerbit Buku Alami Penurunan Penjualan Hingga 50% Selama Pandemi

Penerbit Buku Alami Penurunan Penjualan Hingga 50% Selama Pandemi Foto: Sufri Yuliardi

Badai pandemi Covid-19 hampir menghantam seluruh sektor bisnis, tak terkecuali dengan subsektor penerbitan. Akibatnya, sebanyak 58,2% penerbit mengalami penurunan penjualan melebihi 50% selama pandemi.

Menggapi situasi itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) mengagas program Beli Buku Lokal. Program ini sebagai upaya stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak Covid-19.

Baca Juga: Program Beli Buku Lokal Hadir, Diskonnya Gede-gedean!

Ketua Umum Ikapi, Rosidayati Rozalina, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang mendukung program Beli Buku Lokal. Menurut dia, ini merupakan jawaban dari segala permasalahan para penerbit selama pandemi seperti terjadi penurunan penjualan, toko buku tutup, sekolah tutup, dan pesanan-pesanan dari dinas pemerintah berhenti.

"Ini merupakan program cerdas, seperti sekali mendayung, beberapa hal bisa tercapai, yakni peningkatan promosi dan penjualan buku, peningkatan minat baca dan kecintaan pada produk lokal, serta yang tak kalah pentingnya adalah memerangi pembajakan," ujarnya di Jakarta.

Program Beli Buku Lokal ini diikuti oleh sekitar 80 lebih penerbit yang akan menyiapkan buku-buku terbaiknya untuk diserbu netizen di pasar daring. Buku-bukunya pun dijamin asli, bukan bajakan, dengan diskon berlimpah.

Program ini akan berlangsung mulai dari 7 Agustus sampai 7 September 2020. Selama periode ini, masyarakat dapat membeli buku di keempat loka pasar dengan mendapatkan diskon 20-80% dan fasilitas bebas ongkos kirim, tetapi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sementara untuk memperkuat penjualan, program ini menggandeng beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dan Lazada.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini