Gerindra: PR Jokowi Ada di Aura Krisis Para Menteri

Gerindra: PR Jokowi Ada di Aura Krisis Para Menteri Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan recovery yang dilakukan pemerintah di tengah pandemi sudah on the track. Saat ini, tinggal bagaimana para menteri bekerja. Jika biasa-biasa saja, sulit bagi pemerintah keluar dari krisis.

"Jika dua bulan mendatang budaya kerja menteri tidak memiliki aura krisis seperti yang dikatakan oleh Pak Jokowi, bukan tidak mungkin semakin sulit menghindar dari resesi ekonomi," ujar Poyuono.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dihantui Rasa Takut

Poyuono tidak menampik tugas para menteri saat ini begitu berat. Ia menilai tidak sedikit kementerian yang kebingungan sehingga tidak memiliki program untuk masuk dalam tahap recovery akibat Covid-19. Menurutnya, saat ini penyelamatan ekonomi nasional sudah masuk dalam tahap kronis.

Ini mengacu kepada tiga tahapan yaitu gejala krisis, akut, dan krisis. Nah, setelah krisis ini akan masuk dalam tahap penyembuhan ekonomi. Tahapan gejala krisis sudah dilewati. Tepatnya ketika China terpapar Covid di awal tahun 2020. Pemerintah gagal menangkap sinyal dan tidak menerapkan manajemen krisis sehingga masuk ke tahap akut.

"Pada tahap ini lahir istilah the point of no return artinya pemeritah tidak memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki keadaan apabila sinyal pada proses prodromal tidak diindahkan oleh pemerintah dengan tidak melakukan manajemen krisis yang baik," katanya.

Berlanjut ke tahapan krisis. Indikasinya, sejak ada orang yang terjangkit Covid-19. Hingga saat ini pemerintah pun menyiapkan skenario. Salah satunya, work from home (WFH). Sayang, banyak menteri dan pejabat yang menganggap ini cuti panjang dan tidak ada sense of crisis.

Di saat krisis ini, Presiden Jokowi melakukan intervensi, untuk mengkomando, mengarahkan mempengaruhi cara kerja kabinet agar seluruh proses penanggulangan Covid dan penyelamatan ekonomi nasional secara keseluruhan. 

"Pada tahap inilah penerapan kebijakan strategis harus diikuti oleh kemampuan anggota kabinet dalam menjalankan tugasnya di saat krisis secara cepat dan efektif agar masyarakat bisa selamat dan perekonomian tetap bisa berjalan agar tidak terdampak resesi ekonomi," sarannya. 

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini