Skandal Djoko Tjandra Makan Banyak Korban

Skandal Djoko Tjandra Makan Banyak Korban Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Skandal Djoko Tjandra kembali menelan korban. Kali ini giliran pengacara terpidana kasus cessie Bank Bali itu, Anita Kolopaking.

Anita dijebloskan ke dalam Rutan Bareskrim Polri usai diperiksa penyidik sebagai tersangka selama sekitar 17 jam. Dia mulai diperiksa Jumat (7/8/2020), pukul 10.30 WIB dan baru selesai pukul 4 pagi, kemarin.

"Dalam pemeriksaan, ADK (Anita Kolopaking) dicecar dengan 55 pertanyaan," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono.

Baca Juga: Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim

Anita ditetapkan sebagai tersangka Kamis (30/7/2020). Dia dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 223 KUHP tentang Pemberian Pertolongan terhadap Orang yang Ditahan. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. Usai di-BAP, Anita langsung ditahan.

Pertimbangan penyidik agar Anita tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatannya, dan tidak menghilangkan barang bukti. Awi menyebut Anita adalah kunci dalam perkara surat jalan Djoko Tjandra. Sebab dialah yang menghubungkan Djoko dengan eks Karo Korwas PPNS Brigjen Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan itu. Prasetijo juga sudah menyandang status tersangka dalam kasus ini.

"Jadi yang bersangkutan ini yang menjembatani selama ini terkait kasus surat palsu," bebernya. 

Peran detail Anita dalam proses penerbitan surat palsu yang menyebabkan Djoko Tjandra bisa bebas melenggang ke Pontianak, didalami penyidik. Keterangannya juga akan dikonfirmasi dengan pihak lain, termasuk Brigjen Prasetijo.

"Dievaluasi kemudian ada kesesuaian atau tidak," tutur Awi. 

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini