Diperintah Trump, McGregor Jabat Dubes AS di Jerman

Diperintah Trump, McGregor Jabat Dubes AS di Jerman Foto: Antara/Leah Millis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Douglas McGregor sebagai Duta Besar (Dubes) untuk Jerman. McGregor yang seorang pensiunan tentara berpangkat kolonel pernah melontarkan pernyataan rasis dan kontroversialnya menyangkut pengungsi dan pencari suaka Muslim yang disebutnya menumpang hidup di Jerman.

"Mereka (umat Islam) datang untuk ambil untung dan mendirikan kehidupan di dalam negara orang lain dengan tujuan nantinya mengubah Eropa jadi Negara Islam," ujar McGregor saat ditanya tentang isu imigran Muslim di Eropa pada 2016.

Baca Juga: AS Blokir TikTok dkk, China Murka ke Trump dan Jajarannya

Sikap menghina McGregor pada Muslim tak berhenti sampai disitu. Dalam penampilannya di salah satu acara radio pada 2018, MacGregor menganggap pengungsi Muslim di Jerman sebagai jutaan penjajah.

"Merekalah jutaan penjajah Muslim yang tak diinginkan (kehadirannya)," ucap McGregor kala itu.

Meski sudah ditunjuk Trump, McGregor tak bisa langsung menjadi Dubes. Ia tetap harus mendapat persetujuan Dewan Senat jika ingin mewakili Amerika di Jerman yang punya populasi Muslim sebanyak lima juta orang.

MacGregor sering hadir di Fox News dan diskusi televisi lainnya dalam kapasitasnya di bidang keamanan nasional. MacGregor telah khatam isu itu selama bertugas sebagai tentara.

Namun selama jadi pembicara di media massa, MacGregor pernah mengutarakan pernyataan rasis dan berbau xenophobia. Walau begitu, Trump tetap keukeuh pada penunjukkan MacGregor.

"Dia narasumber rutin di radio dan televisi soal isu keamanan nasional dan hasil kerjanya berdampak pada transformasi tentara Amerika, NATO dan Israel," tulis keterangan resmi Gedung Putih Amerika dilansir dari Forward.com pada Jumat (7/8).

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini