Jet Tempur Argentina Jatuh, Pilot Tewas di Tempat

Jet Tempur Argentina Jatuh, Pilot Tewas di Tempat Foto: Aerotime/Rob Schleiffert

Sebuah jet tempur A-4AR Fightinghawk dari Fuerza Aérea (Angkatan Udara) Argentina jatuh selama penerbangan pelatihan di selatan Cordoba, Argentina. Pilot berhasil keluar, tetapi meninggal karena luka-lukanya.

Jet tempur produksi Lockheed Martin dengan kode daftar C-295 ini milik Brigade Udara ke-5 yang berbasis di Villa Reynolds, di Provinsi San Luis, Argentina tengah. Pesawat lepas landas dari markasnya untuk penerbangan pelatihan pada Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Lagi Patroli di Laut Hitam, Jet Tempur Rusia Tangkap Pesawat AS

Pesawat itu jatuh di sebuah lapangan dekat Villa Valeria, selatan kota Cordoba pada hari yang sama. Pilot berhasil mengeluarkan diri dan awalnya dilaporkan masih hidup. Namun, pada akhirnya dia menyerah karena luka-lukanya.

"Kami menyesal melaporkan bahwa setelah ejeksi dilakukan pagi ini, pilot A4AR ditemukan tewas di sekitar kota Villa Valeria," kata Angkatan Udara Argentina dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Aerotime, Jumat (7/8/2020).

Alasan kecelakaan itu belum diketahui saat ini. Investigasi atas keadaan kecelakaan itu dibuka.

Jet tempur A-4AR Fightinghawk terkenal di era Perang Dingin. Pesawat ini merupakan varian yang di-upgrade secara khusus untuk Angkatan Udara Argentina sebagai pesawat serangan darat.

Angkatan Udara Argentina telah berjuang untuk memperbarui armada tempurnya yang sudah tua. Tanda urgensi yang paling memalukan berasal dari kunjungan Barack Obama pada 24 Maret 2016.

Pada saat itu, Amerika Serikat harus menggunakan empat F-16 miliknya untuk mengawal Air Force One, karena Argentina tidak memiliki pesawat yang cukup cepat un2tuk melakukannya. Enam dari 36 pesawat A-4AR Fightinghawks yang dikirim pada tahun 1997 masih dilaporkan aktif.

Pada Juli 2019, pemerintah Argentina telah memberi tahu Korea Selatan tentang niatnya untuk memperoleh 10 jet tempur KAI FA-50 Fighting Eagle. Namun, pada awal 2020, proyek tersebut dibatalkan karena tekanan finansial dari pandemi virus corona baru (Covid-19).

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini