RI Mendekat Lubang Resesi, Apa Siasat Erick Thohir?

RI Mendekat Lubang Resesi, Apa Siasat Erick Thohir? Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, terdapat dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi, dengan memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat.

Seperti diketahui perekonomian nasional tengah di ambang resesi, setelah data resmi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2020 tumbuh negatif jadi minus 5,32%.

"Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit. Selanjutnya juga dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya," kata Menteri Erick di Jakarta, Kamis (5/8/2020).

Baca Juga: Buka-bukaan Erick Thohir Ngaku Stres Berat

Baca Juga: Erick Kasih Berita Baik: BLT Pekerja Rp600 Ribu Cair Bulan Depan

Dia melanjutkan, percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini. Rasa aman dapat mendorong masyarakat tingkat menengah ke atas untuk mulai berani membelanjakan uang atau tabungannya pada sektor-sektor produktif maupun investasi, dengan begitu diharapkan akan menggerakkan perekonomian di Indonesia.

"Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak, namun saling berkesinambungan seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM. Dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat," katanya.

Saat ini percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini