Buka-bukaan Erick Thohir Ngaku Stres Berat

Buka-bukaan Erick Thohir Ngaku Stres Berat Foto: Antara/Galih Pradipta

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku dirinya 'stres' akibat tanggung jawab yang dia jalani saat ini. Satu sisi Erick harus menjalankan sejumlah program di kementeriannya, di sisi lain dia juga mengurusi sejumlah agenda terkait pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19.

Erick memang diketahui saat ini dipercaya menjalankan amanah sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Karena amanah itu, Erick harus mengoordinasikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.

Di samping itu, Erick juga bertugas di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dibantu oleh enam Wakil Ketua.

Baca Juga: Erick Kasih Berita Baik: BLT Pekerja Rp600 Ribu Cair Bulan Depan

Baca Juga: Kabar Baik dari Erick: Bio Farma Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19

"Memang sejak awal kan kerja yang ada di BUMN, ditambah dengan tambahan tugas (Ketua Pelaksana), ini sesuatu yang berat. Saya jawab secara jujur ya, stres," ujar Erick dalam program Mata Najwa, Rabu malam dikutip, Kamis (6/8/2020).

Erick menyebut, tanggung jawab dia semakin banyak karena itu dia harus membagi dan memanfaatkan waktu kerja lebih maksimal lagi. Kata dia, ada 267 juta rakyat Indonesia yang bergantung terhadap pemerintah. Sebab itu, dia harus menjalankan tugas yang diembani untuk kepentingan kolektif.

Bahkan dirinya menegaskan bahwa apa yang dia lakukan saat ini bukan pekerjaan individu, namun sebuah kerja sama antara seluruh kementerian dan pemerintah daerah (pemda) untuk menangani dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini