PTPN Group Perkuat Komoditas Gula untuk Kurangi Impor

PTPN Group Perkuat Komoditas Gula untuk Kurangi Impor Foto: Bulog

Holding Perkebunan Nusantara yang menjadi induk dari anak perusahaan PTPN akan berfokus pada dua komoditas utama, yakni sawit dan gula sebagai bentuk komitmen perusahaan menjaga kemandirian pangan nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani menjelaskan perseroan memiliki strategi untuk memperkuat komoditas gula dan sawit dengan mengurangi areal lahan perkebunan tanaman lainnya, yakni karet dan teh.

"Jadi akan kami kurangi (lahan) untuk karet dan teh, tapi akan kami perbanyak untuk gula dan kelapa sawit. Itu bagian dari peran PTPN sebagai BUMN mendukung kemandirian nasional," ujar Ghani dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Angkat Pendahulu Airlangga Hartarto Jadi Komisaris

Ghani menuturkan bahwa perseroan akan memperkuat komoditas gula dengan cara memperluas areal tanaman tebu dari sekitar 56.000 hektare (ha) saat ini menjadi sekitar 80.000 ha. Perluasan tersebut salah satunya dilakukan dengan mengonversi lahan karet yang dimiliki lahan anak perusahaan serta bersinergi dengan perusahaan BUMN lain, seperti Perum Perhutani.

Menurut Ghani, keputusan perseroan untuk mengurangi lahan perkebunan karet dan teh berdasarkan kebutuhan gula nasional yang semakin meningkat. Pemenuhan produksi gula dari dalam negeri melalui perluasan areal tanaman tebu dinilai mampu mengurangi ketergantungan negara terhadap impor gula.

Pada 2019, PTPN mencatat kebutuhan gula nasional mencapai sekitar 6 juta ton, terdiri dari 3 juta ton gula konsumsi rumah tangga dan 3 juta ton untuk industri makanan dan minuman. Sementara itu, produksi gula dalam negeri baru mencapai 2,2 juta ton.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini