Erick Bawa Kabar Baik: Kimia Farma sampai Indofarma Panen Berkah!

Erick Bawa Kabar Baik: Kimia Farma sampai Indofarma Panen Berkah! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Saham-saham emiten farmasi menuai berkah sepanjang perdagangan bursa sesi I, Rabu 5 Agustus 2020. Dilansir dari RTI, saham farmasi bahkan menempati posisi tiga besar sebagai saham dengan penguatan tertinggi (top gainers). 

Per siang ini, saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memimpin di posisi pertama dengan apresiasi 18,86% ke level Rp2,710 per saham pada akhir sesi I. Sebelum penutupan pasar, saham KAEF terbang hingga ke level tertinggi di angka Rp2.810 per saham. Sejumlah 144,84 juta saham KAEF diperdagangkan dengan frekuensi 32.341 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp383,46 miliar.

Baca Juga: Ekonomi RI Jeblok, Asing Angkat Kaki Berjamaah dari Pasar Modal

Berada satu level di bawah KAEF, saham Indofarma Tbk (INAF) juga mencetak apresiasi tinggi, yakni 17,98% ke level Rp2,690 per saham pada siang hari ini. Level tertinggi yang dicapai saham INAF berada di angka Rp2.810 per saham dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 47,79 juta saham. Dari 14.073 kali perdagangan, INAF membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp126,22 miliar.

Baca Juga: Berkaca dari Sinar Mas, Ini Sumber Konflik dalam Bisnis Keluarga

Saham farmasi yang menjadi bintang bursa siang ini adalah PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang menguat 10,97% ke level Rp860 per saham. Saham PYFA mencapai level terbaiknya di angka Rp920 per saham dengan volume perdagangan sebesar 15,55 juta saham. Nilai transaksi yang terhimpun sejauh ini sebesar Rp13,35 miliar.

Sebagai catatan, pergerakan saham farmasi ini ditopang oleh sentimen vaksin corona yang saat ini masih menjalani proses uji klinis di Indonesia. Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan bahwa PT Bio Farma bisa memproduksi 250 juta unit vaksin pada 2021. Saat ini Bio Farma sudah memiliki gedung yang siap memproduksi vaksin dengan kapasitas 100 juta unit dan pada Desember 2020 bakal ada gedung produksi vaksin baru yang bisa memproduksi 150 juta unit vaksin.

"Artinya dengan kapasitas 250 juta unit vaksin, tahun depan ketika kita memproduksi vaksin. Insyaallah jumlahnya cukup, tapi kembali lagi, vaksinnya dulu yang perlu diuji klinis," ujar Erick, Selasa (4/8/2020).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini