Anies Baswedan Kasih Maaf, Ahok Gas Terus

Anies Baswedan Kasih Maaf, Ahok Gas Terus Foto: Antara/Wahyu Putro A

Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sama-sama sedang difitnah netizen di dunia maya. Bedanya, Anies sudah memaafkan si pelaku, sedangkan Ahok tetap melanjutkan hal tersebut ke jalur hukum.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan awalnya digoyang oleh cuitan artis FTV Ike Muti lewat Instagram miliknya, Kamis (30/7/2020). Dalam postingannya, Ike menulis gagal mendapatkan proyek dari Pemprov DKI Jakarta karena dianggap "Jokowi Banget".

Baca Juga: Kan Main, Popularitas Prabowo Makin Moncer, Anies-Ahok Mah Keok!

"Tuhan memang baik, di saat #pandemi saya masih ada beberapa tawaran #webseries? Tapi kalau ada tawaran rezeki ke saya dengan meminta saya untuk menghapus foto-foto di medsos yang ada Bapak Presiden kita @jokowi kok rasanya enggak profesional banget! Hanya karena project #webseries tersebut akan bekerja sama dengan klien dari #Pemda DKI?" tulisnya.

Cuitan Ike ini membuat berang Pemprov DKI. Ike disomasi Biro Hukum Pemprov DKI. Ike diminta menghapus postingannya dan mengklarifikasi cuitannya dalam waktu 2x24 jam. Ike pun menyampaikan klarifikasi dan permohonan maafnya. Klarifikasi dimuat dalam postingan panjang yang dirinci ke dalam 3 pointer. Intinya, Ike mengaku baru tahu bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar.

Sebagaimana juga diklarifikasi pihak agensi di akun Instagram @marantika_agency. Karena itu, ia mengaku tidak ada niatan untuk menyebarkan berita bohong soal proyek webseries Pemprov DKI dan tudingan yang mengharuskan dirinya menghapus foto bareng Presiden Jokowi.

"Bagaimanapun, saya meminta maaf," tulis ike.

Pihak agensi, lewat akun @marantika_agency mengunggah tiga postingan yang juga memuat klarifikasi dan permintaan maaf. "Sebenarnya murni kesalahan saya," tulis akun tersebut yang mengatasnamakan Marantika.

Lantas, apa tanggapan dari Pemprov DKI Jakarta? Kepala Biro Hukum Yayan Yuhanah mengaku sudah membaca klarifikasi Ike. Cukup dengan postingan klarifikasi itu, kata Yayan, kasus selesai. Ia meminta kasus tersebut bisa menjadi pelajaran agar setiap informasi diverifikasi terlebih dahulu sebelum disampaikan ke publik.

"Atas arahan dari Gubernur DKi Jakarta maka kami anggap masalah yang berkaitan dengan unggahan tersebut sudah selesai," kata Yayan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini