Komoditas Satu Ini Penyumbang Deflasi Terbesar di DKI Jakarta

Komoditas Satu Ini Penyumbang Deflasi Terbesar di DKI Jakarta Foto: Antara/Aprillio Akbar

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatatkan adanya penurunan harga-harga kebutuhan pokok di ibu kota. Hal ini menyebabkan terjadinya deflasi -0,05% pada Juli 2020. Angka deflasi itu membuat inflasi tahun kalender sebesar 1,13% dan inflasi secara tahunan sebesar 1,91%.

"Kota-kota di sekitar wilayah DKI Jakarta juga terjadi deflasi. Misalnya Bekasi deflasi -0,01%, Depok deflasi -0,16%, Tangerang -0,06%, dan Bogor -0,01%," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Buyung Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut dikatakan bahwa daging ayam ras menjadi komoditas utama penyumbang deflasi. Harga ayam sepanjang Juli 2020 terus mengalami penurunan bahkan penurunan tersebut bisa berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga: Harga Pangan Dorong Deflasi IHK Juli 2020

"Penyebabnya sekarang stok live bird sudah meningkat karena produksi DOC (Day Old Chicken) juga melimpah. Tren harganya akan terus mengalami penurunan ke depannya. Ditambah lagi dengan adanya momentum Hari Raya Iduladha yang berpeluang menurunnya permintaan daging ayam karena masyarakat akan mengonsumsi daging sapi atau kambing untuk sementara waktu," imbuhnya.

Selain daging ayam ras, komoditas lain yang berperan pada tingginya deflasi kelompok makanan adalah beras andil -0,03%, bawang merah dan kelapa, cabai merah dengan masing-masing andil -0,02%, bawang putih dan brokoli andil deflasi masing-masing -0,01%.

Pada periode sebelumnya, daging ayam ras menjadi komoditas utama, tetapi sebagai penyumbang terjadinya inflasi. Berlimpahnya stok live bird ditambah adanya pandemi Covid-19 yang menyulitkan dalam pendistribusian menjadikan harga live bird terperosok jauh dan pada akhirnya dilakukan upaya pengurangan besar-besaran.

"Hal ini menjadikan produksi COD juga menurun tajam pada Juni 2020," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini