Ketje! Indonesia Ekspor 33 Garbarata ke Thailand

Ketje! Indonesia Ekspor 33 Garbarata ke Thailand Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang melakukan ekspor 33 unit garbarata ke Thailand. Menurutnya, ekspor produk garbarata itu membuktikan aktivitas industri di dalam negeri masih bergairah di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

"Bukaka telah memproduksi 904 unit garbarata dan pelepasan ekspor kali ini merupakan bagian dari kontrak 33 unit garbarata dengan M-Solutions Co., Ltd.-Airport of Thailand yang telah dilakukan pada tahun 2019," papar Agus di Kawasan Industri Bukaka, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Keren, Ekspor Minyak Kelapa Sawit Merauke Tetap Melaju

Pemerintah, sambungnya, akan terus mendukung Bukaka dan seluruh industri dalam negeri untuk makin maju berkembang sehingga lebih berdaya saing di tingkat regional dan global. Sebagai informasi, Bukaka merupakan perusahaan konstruksi yang menghasilkan garbarata, jembatan, dan infrastruktur lain penunjang pertambangan.

"Bukaka telah berdiri sejak tahun 1978 dan terus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan industri dan pembangunan ekonomi nasional," ungkap Agus.

Selain itu, Bukaka dinilai terus melakukan pengembangan dan perbaikan sehingga mampu berkontribusi di banyak sektor seperti otomotif, alat dan mesin pertanian (alsintan), energi, ketenagalistrikan, konstruksi, serta infrastruktur.

Adapun garbarata merupakan salah satu produk unggulan ekspor Bukaka dengan tujuan utama antara lain Jepang, India, dan Thailand. Bukaka menjadi satu-satunya produsen garbarata yang ada di Indonesia dan termasuk dalam lima produsen terbesar garbarata yang ada di dunia.

Saat ini, seluruh boarding bridge bandara yang berada di bawah supervisi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II merupakan hasil produksi Bukaka.

Agus juga menegaskan bahwa pemerintah telah menggulirkan upaya-upaya perlindungan sektor industri dalam negeri untuk menghadapi situasi saat ini. Insentif baru yang diusulkan oleh Kemenperin seperti fasilitas keringanan biaya listrik, telah mendapat persetujuan.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini