Bank DKI Manfaatkan Dana PEN ke Sektor Produktif

Bank DKI Manfaatkan Dana PEN ke Sektor Produktif Foto: Sufri Yuliardi

PT Bank DKI menyatakan bahwa penempatan dana pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp2 triliun di perseroan akan disalurkan ke sektor produktif.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, mengatakan bahwa Bank DKI memiliki peran dalam pembangunan ekonomi di DKI Jakarta.

Baca Juga: Wow! Bank DKI Kantongi Dana Rp2 Triliun dari Pemerintah

"Rencananya, dana tersebut akan kita manfaatkan untuk penyaluran kredit kepada sektor produktif sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Herry di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Menurut dia, perusahaan telah melakukan sejumlah upaya termasuk memberikan kebijakan relaksasi kredit bagi sektor usaha yang terdampak Covid-19. Relaksasi yang diberikan kepada debitur di antaranya kredit mikro, kecil, dan konsumer. Bank DKI juga melakukan penangguhan terhadap pokok pinjaman dan menurunkan suku bunga.

"Semua kami tangguhkan pokok pinjaman dalam jangka waktu enam bulan, tapi setiap tiga bulan akan kami review kembali," tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah secara resmi menunjuk Bank DKI sebagai salah satu BPD yang menerima penempatan dana sebesar Rp2 triliun untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penempatan dana di BPD ini merupakan kelanjutan pemerintah pusat setelah sebelumnya telah menempatkan dana pada empat Bank Himbara sebesar Rp30 triliun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70 Tahun 2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional yang merupakan bagian dari kebijakan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa, dengan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Andin Hadyanto, disaksikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta (27/7/2020).

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini