Sekarang Waktunya Bongkar Habis Korupsi BLBI dan Bank Bali

Sekarang Waktunya Bongkar Habis Korupsi BLBI dan Bank Bali Foto: Istimewa

Direktur Legal Culture Institute, M Rizqi Azmi menilai penangkapan Djoko Tjandra oleh gabungan aparat penegak hukum bersama Kepolisian Diraja Malaysia merupakan penunaian kewajiban yang tertunda dari 2009 oleh aparat penegak hukum Indonesia.

Penangkapan pun bisa tercapai tak terlepas dari desakan publik yang sudah resah melihat pelaku korupsi melenggang bebas mengelabui semua orang tanpa adanya upaya yang jelas dalam dekade 11 tahun ini.

"Tidak ada hal yang luar biasa yang dilakukan Polri dan Kejaksaan dalam penangkapan ini dan sudah merupakan hal sewajarnya dalam tugasnya," kata Direktur Legal Culture institute, M Rizqi Azmi dalam pesan singkatnya kepada Republika, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Mahfud Preteli Dosa-dosa Djoko Tjandra, Harus Dihukum Berat!

Terlebih, adanya keterlibatan oknum Polri dalam pemalsuan surat jalan Djoko Tjandra yang kemudian menjadi triger bagi Polri untuk membuktikan diri. Kejaksaan pun harus membuktikan diri setelah kegagalan di 2009 dalam menjalankan proses eksekutorialnya dan lalai dalam mengambil tindakan red notice dalam perjalanan Djoko Tjandra.

Menurut Rizqi, pembuktian diri ini harus selalu dilakukan Polri dan Kejaksaan untuk membuka secara terang benderang kasus Djoko Tjandra secara transparan dan akuntabel kepada publik.

Bahkan, bisa menjadi momen penting yang harus dimanfaatkan Kapolri dan Jaksa Agung membongkar kasus korupsi kelas kakap BLBI dan Bank Bali yang selama ini selalu menemui jalan buntu secara hukum dan politik di DPR.

"Djoko Tjandra adalah salah satu kunci untuk membongkar pelaku-pelaku lainnya dan mengambil kembali aset negara yang telah di rampas dan dicuri oleh white collar crime," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini