Partisipasi Akuntan Milenial di Pandemi pada Bayang-Bayang Resesi

Partisipasi Akuntan Milenial di Pandemi pada Bayang-Bayang Resesi Foto: Humas Universitas Indonesia

Era pandemi covid-19, banyak elemen-elemen usaha yang mengalami penurunan. Banyak negara di dunia telah mengalami resisi, seperti Korea Selatan dan Singapura. Di Indonesia, kekuatan ekonomi ditopang dari konsumsi domestik (kebutuhan rumah tangga). Apakah Indonesia akan mengalami resesi di penghujung 2020? 

Dosen Akuntansi Lembaga Program PSDKU UNDIP, Imam Prayogo mengatakan bahwa dirinya optimis hal tersebut tidak akan terjadi. Karena, saat ini pemerintah Indonesia memberikan berbagai stimulus ekonomi guna sektor usaha mampu bertahan di era pandemi tak terkecuali UMKM. Indonesia juga dalam proses berubahan menjadi “Birokasi Kelas Dunia 2025” sesuai Perpes No.81 Tahun 2010 dalam Tranformasi Birokrasi. Itu artinya, pemerintah menerapkan layanan publik kepada masyarakat secara optimal.

“Pemerintah (Republik Indonesia) sudah berusia 70 tahun lebih, saja masih mau melakukan perubahan (baik). Kita sebagai generasi milenial penerus bangsa harus dapat membuat terobosan dan inovasi terhadap kemajuan bangsa Indonesia”, kata Imam Prayogo sebagai narasumber webinar Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (PAM Babel).

Baca Juga: Resesi Mengancam, UMKM Diyakini Bakal Jadi Jagoan

Lebih lanjut, Imam Prayogo, menjelaskan generasi milenial khususnya dari bidang akuntansi, diharap memiliki visi-misi kedepan secara profesional dan kompetensi dalam kemajuan bangsa Indonesia. Perdalam bidang ilmu dan skill, seperti membuat laporan keuangan, menganalisa laporan keuangan, dan mereview laporan keuangan.

Masyarakat Indonesia sejatinya kreatif dan inovatif, namun perlu diberikan ruang dan jalan yang tepat. Hal ini dapat mempercepat perkembangan kemajuan Indonesia. Akuntan milenial harus memiliki sertifikasi keahlian dan dapat diperoleh ketika masih berstatus mahasiswa, seperti Certified Accountant (CA), Registered Securities Analyst (RSA), dan lainnya.

“Beberapa contoh generasi milenial akuntan, seperti Listiyani, SE., Ak., CA (27 thn) sebagai eks senior auditor BDO Indonesia juga pemilik merk dagang kuliner. Ahmad Khadik, SAk., Ak (28 thn) selain pengusaha sukses laundry, setiap tahunnya menguliahkan S1 karyawannya dan dipercaya sebagai sekretaris desa dan direktur keuangan BUMDes. Maghfiroh, SE., CRMO (23 thn) selama menempuh S1 jurusan akuntansi, juga berprofesi sebagai ustadzyah di TPQ dan aktivis organisasi keagamaan sekarang menjadi auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Shing When”, lanjut Imam Prayogo. 

Acara bertema “Peran Akuntan Muda Dalam Pengaruh Dan Penanganan Perekonomian Masa Pandemi Covi-19” ini menghadirkan narasumber Haryajid Ramelan, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal, Imam Prayogo, Dosen Akuntansi Lembaga Pengelola PSDKU UNDIP, dan Suhardi Pembina Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (PAM BABEL). 

Dalam kesempatan ini, Haryajid Ramelan, mengatakan bahwa banyak negara yang dalam penanganan Covid-19 memberikan stimulus buat perekonomian negaranya dan setiap negara stimulusnya berbeda-beda. Untuk penanganan Covid-19 di Indonesia membentuk Gugus tugas penanganan yang selalu Update data tentang Covd-19. 

Sektor UMKM misal, mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia kucuran dana bantuan sebagai stimulus guna bertahan dan mampu bangkit dari keterpurukan disaat pandemi ini. 

“Dilihat dari sisi investasi pasar modal dengan kondisi Covid-19 akan ada potensi gagal bayar untuk jangka pendek selama Covid-19 tapi untuk jangka panjang akan menguntungkan," ujar Haryajid Ramelan. 

Baca Juga: Banyak Negara Resesi, Mata Tertuju ke Sri Mulyani

Jika investor berani ambil resiko maka pada saat Covid-19, ini saat yang tepat untuk membeli saham untuk jangka panjang karena setelah Covid-19 diprediksi bisa meningkat dilihat dari sisi return yang didapat.

“Wujud peran aktif akuntan milenial di era pandemi Covid-19 ini, mampu menjadi analis, penasehat (advisor), mitra teknologi, dan peran baru di dunia usaha," jelas Suhardi selaku Pembina PAM BABEL.

Suhardi menambahkan, perlunya sikap integritas, komitmen, semangat tinggi dan optimisme akuntanmilenial dalam menyikapi keadaan yang tak terduga. Ditunjang dengan complex problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive abilities skill sehingga sumbangsih akuntan muda milenial dapat terasa manfaatnya di masa depan. 

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini