Minoritas Lebih Rentan Meninggal karena Virus Corona karena...

Minoritas Lebih Rentan Meninggal karena Virus Corona karena... Foto: Reuters/Rebecca Naden

Profesor Chris Whitty, kepala penasihat medis untuk pemerintah Inggris, menyambut baik penelitian ini.

"Dengan adanya bukti-bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang dari latar belakang BAME jauh lebih terdampak oleh Covid-19, sangat penting untuk memahami faktor apa saja yang mendorong risiko ini demi mengatasinya secara efektif," ujarnya.

"Beragam proyek yang didanai akan membantu pemeriksaan kaitan ini dengan teliti sehingga perawatan dan pendekatan baru dapat dikembangkan untuk menyasar kelompok BAME."

Proyek-proyek tersebut meliputi:

  • satu studi yang mengamati data usia, jenis kelamin, dan keadaan ekonomi lebih dari dua juta pekerja kesehatan dan pekerja sosial. Studi ini juga akan mengikuti 30.000 dokter, perawat, kuli angkut, dan pembersih dari semua latar belakang etnis selama satu tahun serta mengamati rutinitas di tempat kerja, seperti pemindahan dan penyediaan peralatan pelindung
  • tim di universitas Oxford dan Southampton akan melihat kondisi kesehatan pasien BAME yang dirawat di rumah sakit dan meninggal akibat Covid-19, menggunakan basis data dari 40 juta catatan dokter umum di seluruh Inggris
  • analisis informasi yang dikumpulkan oleh proyek UK Biobank, yang telah memantau genetika, kesejahteraan mental, dan aktivitas fisik 500.000 orang sejak 2006 serta mengumpulkan sampel darah, urin, dan air liur.

Chart showing deaths by ethnicity

Dr. Manish Pareek, seorang profesor klinis di University of Leicester, memimpin studi yang melibatkan pekerja kesehatan dan pekerja sosial.

Dia mengatakan tujuannya adalah untuk mengkuantifikasi risiko bagi berbagai kelompok.

"Apa risiko seorang dokter dari kelompok etnis Asia dibandingkan dengan seorang perawat dari etnis kulit hitam?

"Jika kami melihat sinyal jelas bahwa kelompok tertentu berisiko tinggi, kami akan mengedepankan ini dan merekomendasikan ada tindakan yang diambil. Ini bisa termasuk asesmen kesehatan lebih lanjut atau mereka yang berisiko sangat tinggi tidak boleh bekerja di bangsal Covid. "

Ia menambahkan: "Bahkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ekonomi, struktur rumah tangga, usia, dan jenis kelamin, etnis masih merupakan prediktor penting untuk infeksi dan kondisi yang parah."

Profesor Dame Ottoline Leyser, kepala eksekutif lembaga Penelitian dan Inovasi Inggris, yang mendanai sebagian penelitian tersebut, bersama dengan Institut Riset Kesehatan Nasional, mengatakan bahwa penelitian ini bisa menyelamatkan nyawa.

"Tindakan mendesak perlu diambil untuk menentukan dan mengatasi faktor-faktor yang mendasari perbedaan ini," katanya.

"Mungkin tidak akan ada jawaban sederhana dan kita harus mempertimbangkan semua kemungkinan, tercermin dalam berbagai proyek yang telah kami danai, sehingga kita bisa menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa selama pandemi ini dan wabah di masa depan."

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini