Minoritas Lebih Rentan Meninggal karena Virus Corona karena...

Minoritas Lebih Rentan Meninggal karena Virus Corona karena... Foto: Reuters/Rebecca Naden

Para ilmuwan di Inggris akan menerima dana jutaan poundsterling dari pemerintah untuk mencari tahu alasan orang-orang dari latar belakang etnis minoritas berisiko lebih besar untuk meninggal karena Covid-19.

Enam proyek akan menganalisis data tentang keadaan sosial, kesehatan, dan kegiatan sehari-hari, serta menyelidiki faktor risiko genetik.

Baca Juga: Inggris Boikot Huawei, 2 Operator Ini Dapat Durian Runtuh

Salah satu proyek akan mengikuti 30.000 staf perawatan kesehatan dan sosial selama satu tahun. Para peneliti mengatakan akan ada tindakan cepat berdasarkan temuan dari penelitian tersebut.

Profesor Kamlesh Khunti, direktur Pusat Kesehatan BME di Universitas Leicester, yang terlibat dalam tiga studi, mengatakan kepada BBC News bahwa ia berharap hasil studi akan diterjemahkan ke dalam panduan yang akan membantu menyelamatkan nyawa kelompok etnis kulit hitam, Asia, dan minoritas (BAME) dalam waktu beberapa bulan.

"Kami pasti akan mendapat jawaban atas hal-hal yang membuat orang-orang tertentu jauh lebih berisiko," ujarnya.

"Setelah kami mendapatkan hasil yang bisa membuat perbedaan, kami harus segera mengumumkannya."

Hasilnya juga akan dibagikan dengan para pemimpin komunitas kulit hitam dan Asia Selatan, badan profesional, serta regulator kesehatan yang kemudian akan segera bertindak, kata Prof. Khunti.

"Bila kami mendapati bahwa tinggal di perumahan yang padat dan multi-generasi, serta tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup, merupakan faktor utama yang dikaitkan dengan kematian karena Covid di komunitas tertentu, kami bisa melihat bukti-buktinya dan mengubahnya menjadi pesan yang paling efektif."

Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa orang-orang dari kelompok etnis minoritas berkemungkinan lebih besar untuk meninggal akibat Covid-19 daripada populasi kulit putih.

Tapi tidak ada yang tahu persis mengapa kelompok etnis lebih rentan, meskipun ada sejumlah hipotesis, di antaranya:

  • bekerja di lingkungan dengan tingkat kontak yang lebih besar dengan orang-orang yang berada di 'garis depan', yaitu pekerja kesehatan dan pekerja sosial
  • hidup dalam keadaan serba kekurangan
  • memiliki lebih banyak orang dengan kondisi kesehatan bawaan, seperti diabetes dan hipertensi, yang meningkatkan risiko penyakit serius
Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini