Hubungan Gelap dengan Militer, Ilmuwan China Diadili di AS

Hubungan Gelap dengan Militer, Ilmuwan China Diadili di AS Foto: REUTERS/Jason Lee

Ilmuwan China dituduh menutupi hubungannya dengan militer China saat mengajukan visa ke Amerika Serikat (AS). Tang Jua muncul dalam sidang yang digelar oleh pengadilan federal di Northern California melalui telekonferensi.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (29/7/2020), penuntut umum dan Hakim Deborah Barnes memerintahkan Tang tetap berada di tahanan karena penerbangannya berisiko. Sementara, pengacaranya menyiapkan argumen agar Tang dapat bebas dengan jaminan.

Baca Juga: Maskapai China Tawarkan Bebas Terbang ke Mana Saja, Tertarik?

Pada pekan lalu, Departemen Kehakiman mengumumkan dakwaan terhadap Tang dan tiga ilmuwan China lainnya yang tinggal di Amerika. AS mengatakan para ilmuwan itu berbohong mengenai status mereka sebagai anggota Tentara Pembebas Rakyat China. Semuanya didakwa atas penipuan visa.

Jaksa mengatakan Tang berbohong mengenai hubungannya dengan militer China dalam pengajuan visa bulan Oktober tahun lalu ketika ia mendapat pekerjaan di University of California, Davis. Ia kembali berbohong dalam wawancara dengan FBI pada Juni lalu.  

Jaksa mengatakan, agen-agen AS menemukan foto Tang berseragam militer. Mereka juga menyelidiki artikel-artikel yang mengidentifikasi hubungannya dengan militer. 

Jaksa penuntut umum Sacramento belum merespons permintaan komentar. Jaksa mengatakan setelah berbicara dengan agen FBI pada Juni lalu, Tang mencari perlindungan di kantor konsulat China di San Francisco.

Marshal AS menangkapnya pada Jumat (24/7/2020) pekan lalu dan menahannya di penjara Sacramento County. Hingga saat ini, ia masih ditahan di sana. University of California, Davis mengatakan sejak Juni lalu Tang mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi. 

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini