Ketika Rudal Hipersonik Jadi Ajang Pamer Kekuatan Militer

Ketika Rudal Hipersonik Jadi Ajang Pamer Kekuatan Militer Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Ronald Gutridge

China juga telah memamerkan senjata hipersonik DF-17 selama parade militer. AS menyadari ketertinggalan dari Rusia dan China sehingga berencana menggelontorkan anggaran miliaran dolar demi mempercepat proses pengembangan.

“Saya yakin, AS akan mampu mengejar ketertinggalan,” ujar Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Strategi, Perencanaan, dan Kapabilitas, Vic Mercado, dikutip CNN.

Pejabat senior pertahanan AS mengatakan ketertinggalan AS atas Rusia dan China dalam persaingan senjata hipersonik ialah akibat penolakan penggunaan senjata hipersonik.

“Selama empat hingga lima dekade, AS telah menjadi negara nomor wahid dalam teknologi hipersonik,” ujar pejabat itu.

“Namun, AS tidak mau menggunakannya sebagai alat pertempuran sebelum akhirnya senjata itu dikembangkan negara lain. Kami mau tidak mau juga harus mengembangkannya,” katanya.

Program senjata hipersonik AS akan fokus pada pengembangan sistem peluncuran dan misil. Sistem itu tidak hanya meningkatkan kecepatan, tapi juga manuver abilitas dan daya jangkau. Biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan misil balistik.

Misil hipersonik lain yang akan dikembangkan AS ialah generasi baru dari misil Tomahawk. Misil itu diyakini bisa meluncur sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan Tomahawk biasa. Pejabat senior AS menyatakan Tomahawk hipersonik akan menjalani uji coba pada tahun ini.

Misil-misil hipersonik itu akan saling melengkapi dalam taktik penyerangan mulai dari penyerangan sistem pertahanan udara hingga pengeboman. Salah satu perbedaan misil hipersonik AS dengan negara pesaingnya ialah misil hipersonik AS tidak didesain bisa dipasangi nuklir. 

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini