Ketika Rudal Hipersonik Jadi Ajang Pamer Kekuatan Militer

Ketika Rudal Hipersonik Jadi Ajang Pamer Kekuatan Militer Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 1st Class Ronald Gutridge

Kantor Kepresidenan Rusia dan AS menyatakan Putin dan Presiden AS Donald Trump berdiskusi terkait pengendalian senjata api melalui sambungan telepon pada pekan lalu. Maklum, The New Start, traktat pengurangan senjata nuklir yang ditantangani kedua negara akan mencapai masa berlaku pada tahun depan.

Putin menyatakan generasi baru senjata nuklir Rusia mampu menjangkau hingga ke seluruh dunia. Selama menghadiri parade militer, dia juga mengatakan kekuatan armada laut Rusia terus meningkat. Dia berharap tahun ini Rusia akan menyambut 40 kapal perang baru yang dilengkapi dengan senjata canggih dan modern.

Baca Juga: Akurat Kenai Target, Rudal Zircon Rusia Bikin AS Panik karena...

Tahun lalu, Putin menegaskan, Rusia akan meluncurkan kapal perang dan kapal selam yang dilengkapi misil hipersonik ke wilayah perairan AS jika AS memasang senjata nuklir jarak menengah di Eropa. Sejauh ini Washington tidak pernah mengamini dan merealisasikan rencana tersebut.

Tak ingin kalah dari Rusia dan China, AS juga sedang mengembangkan senjata hipersonik. Pejabat pertahanan AS mengatakan Trump sangat tertarik dengan misil hipersonik yang diuji coba di Samudra Pasifik pada Maret lalu. Misil itu disebut bisa meluncur 17 kali lebih cepat dibandingkan ke cepatan suara.

Pentagon menyatkan AS telah berhasil melakukan uji coba misil hipersonik. Namun, sejauh ini detail informasi yang diungkapkan masih sangat sedikit.

“Trump terpukau dengan uji coba peluncuran misil hipersonik dan sangat tertarik mengembangkannya,” kata pejabat pertahanan AS kepada CNN.

Menurut para ahli, AS ketinggalan beberapa tahun dari Rusia dan China dalam pengembangan senjata hipersonik. Namun, Trump tetap optimistis dan berharap tentara AS memiliki senjata itu.

“Kami memiliki ‘misil super duper’ yang dapat meluncur 17 kali lebih cepat dari pada kecepatan cahaya,” kata Trump.

Pejabat senior pertahanan AS mengatakan misil hipersonik sangat sulit dihalau menggunakan sistem pertahanan konvensional yang hanya dirancang menyerang balik misil balistik.

“Trayeknya tidak pastidan kecepatannya super tinggi sehingga bertahan melawan misil hipersonik sangat sulit,” katanya.

AS diprediksi baru bisa memasang senjata hipersonik secepatnya pada 2023. Sementara itu, Rusia telah memasang senjata hipersonik Avangard pada akhir tahun lalu. Selain itu, Rusia ber hasil meluncurkan misil hipersonik Kinzhal dan akan memasangnya tahun ini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini