Dituduh Jadi Kaki Tangan Amerika di Kasus Huawei, HSBC Buka Suara

Dituduh Jadi Kaki Tangan Amerika di Kasus Huawei, HSBC Buka Suara Foto: Sindonews

HSBC membantah terlibat dalam penangkapan Bos Keuangan Huawei yang diperintahkan oleh AS.  Lebih lanjut, HSBC juga membantah telah melakukan ‘framing’ terhadap Huawei.

Sebelumnya, surat kabar China People’s Daily menerbitkan laporan yang menuduh HSBC sebagai kaki tangan Amerika Serikat (AS) dan memberi kesaksian palsu soal Huawei; berujung penangkapan Bos Keuangan Huawei, Meng Wanzhou.

“Kami tak berpartisipasi dalam keputusan Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki Huawei,” begitu kata HSBC, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Inggris 'Permainkan' Huawei Karena Amerika, HSBC Takut Jadi Sasaran Balas Dendam China

Baca Juga: AS Batasi Ekspor Teknologi China, Bisnis Huawei India Jadi Korban

AS memerintahkan penangkapan Meng, yang berjalan pada Desember 2018 di Bandara Internasional Vancouver, Kanada. Otoritas AS menuding Meng menempatkan HSBC pada risiko denda dan hukuman, dengan memberikan informasi yang salah tentang hubungan Huawei dan anak usahanya di Iran.

Dalam keterangannya melalui unggahan WeChat, HSBC berujar, “konteks pengembangan insiden Huawei jelas menunjukkan, penyelidikan AS terhadap Huawei tak dipicu oleh HSBC. Kami tak memiliki niat jahat terhadap Huawei, juga tidak melakukan framing.”

Selain People’s Daily, media China lain seperti Jaringan Televisi Global China, juga melontarkan tuduhan serupa terhadap HSBC.

Sekadar informasi, Meng sedang memerangi ekstradisi ke AS dan bersikeras tak bersalah. Ia telah menjadi tahanan di Vancouver setelah penangkapan hampir dua tahun lalu.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini