Utamakan Efektivitas, Ekspansi Bisnis BCA Syariah Lebih Selektif

Utamakan Efektivitas, Ekspansi Bisnis BCA Syariah Lebih Selektif Foto: Cahyo Prayogo

BCA Syariah tetap melakukan ekspansi di tengah wabah Covid-19 meski lebih selektif dan mengutamakan efektivitas bisnis. Di sisi lain, BCA Syariah akan mengoptimalkan Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) yang ada di induk.

Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, mengatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menyalurkan pembiayaan dengan penuh kehati-hatian.

"Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk percepatan pemulihan ekonomi di Tanah Air," kata John dalam paparan kinerja semester I 2020 BCA Syariah, Senin (27/7/2020).

Baca Juga: Meski Optimis, BCA Pangkas Pertumbuhan Kredit dari 8% Jadi 2%

John mengatakan, tahun ini pertumbuhan diperkirakan akan landai baik dari sisi aset maupun pembiayaan. Perusahaan menerapkan pendekatan konservatif dan selektif. Dari sisi DPK, John memproyeksikan pertumbuhan sedikit di bawah tahun lalu karena akan lebih manfaatkan dana modal yang disuntikkan induk pada 2019 sebesar Rp 1 triliun.

Pertumbuhan jaringan fisik pun tidak ekspansif seperti tahun lalu. Pada semester pertama BCA Syariah menambah satu cabang dan semester kedua menambah satu cabang lagi di Sulawesi. John mengatakan, BCA Syariah akan lebih mengoptimalkan LSBU yang ada di induk.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak Drastis, Mata Uang Kripto Lain Menyusul

BCA Syariah telah melakukan pilot project layanan haji di cabang induk Bekasi dan Cibubur. John mengatakan selanjutnya LSBU akan direplikasi di beberapa cabang lain dan memiliki lebih banyak layanan. Target jumlah LSBU hingga akhir tahun sekitar 50 LSBU dan tahun depan mencapai 500.

"Ke depannya tidak hanya layanan haji, tapi juga layanan BCA Syariah lainnya, mulai dari pembukaan tabungan dan lainnya," kata John.

Dalam ekspansi pembiayaan, Direktur BCA Syariah, Rickyadi Widjaja menyampaikan, perusahaan akan tetap selektif. Mayoritas pembiayaan BCA Syariah berada di segmen komersial dan proporsinya akan tetap dipertahankan sambil membuka peluang baru.

Saat ini sektor paling banyak kena dampak adalah sektor konsumtif dan UMKM yang porsinya sedikit di BCA Syariah. Segmen komersial memiliki komposisi sebesar 76,4 persen diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar 21,3 persen dan konsumer hanya 2,3 persen.

"Kita geser ke komersial, kita akan salurkan di infrastruktur pemerintah, mulai dari listrik, jalan, manufaktur, perdagangan, perkebunan, perikanan, dan lainnya," kata John.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini