Minyak Kelapa Sawit: Ayo Hidup Sehat Denganku!

Minyak Kelapa Sawit: Ayo Hidup Sehat Denganku! Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Sudah bukan rahasia lagi, minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati (minyak sayur) dengan kandungan lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang, kandungan vitamin E yang paling tinggi dibandingkan minyak nabati lain, antioksidan serta kandungan betakaroten yang tinggi.

Tidak hanya memiliki kandungan lemak sehat yang tidak terhidrogenasi, satu liter minyak kelapa sawit juga mengandung 20 persen vitamin A, tokoferol, dan tokotrienol. Dengan kandungan-kandungan tersebut, rasanya tidak akan rugi jika minyak sawit menjadi kebutuhan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya asalkan tepat guna.

Baca Juga: Bawahan Edhy ke Susi: Ribuan Nelayan Nangis, Bu! Ayo ke Lapangan!

Selain kaya nutrisi, kelapa sawit juga merupakan tanaman yang paling produktif dan efisien dalam penggunaan lahan dibandingkan minyak nabati lainnya. Berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature), untuk menghasilkan 1 ton minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), hanya dibutuhkan sekitar 0,26 hektare lahan sawit.

Baca Juga: Jepang Butuhkan Cangkang Sawit, Indonesia: Tangkap Peluang!

Angka ini sangat jauh berbeda dibandingkan minyak nabati lain seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari, yang mana untuk menghasilkan minyak dengan jumlah yang sama membutuhkan lahan sekitar 1–2 hektare. Tidak hanya itu, keberadaan minyak sawit ternyata juga menjadi supporting life’s system bagi sekitar 3 miliar orang yang tersebar di 150 negara dunia karena menggunakan produk yang mengandung kelapa sawit dalam kesehariannya.

GM Apical Marunda, Lim Teck Guan mengatakan bahwa CPO atau minyak sawit yang belum dimurnikan mengandung sekitar 60–100 mg vitamin E per 100 gram. Setelah pemurnian, minyak kelapa sawit rata-rata mengandung 50–65 persen vitamin E.

“Sebanyak 70 persen vitamin E dalam minyak sawit mengandung tokotrienol,” ungkap Lim.

Lebih lanjut Lim menjelaskan bahwa minyak nabati lain seperti jagung, zaitun, kedelai, dan bunga matahari juga merupakan sumber tokoferol yang baik, tetapi tidak mengandung tokotrienol. Tokotrienol bekerja lebih cepat sebagai antioksidan (zat yang dapat mencegah kerusakan atau kematian sel, kerusakan DNA dan timbulnya sel kanker atau tumor akibat radikal bebas dalam tubuh manusia).

Tidak hanya itu, tokotrienol juga sangat bermanfaat untuk melindungi otak dari lemak tak jenuh ganda dan demensia, mengurangi risiko stroke, serta mencegah pertumbuhan tumor otak.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini