Mantap! SMF Bakal Dapat Tugas Khusus dari Pemerintah Pusat

Mantap! SMF Bakal Dapat Tugas Khusus dari Pemerintah Pusat Foto: Boyke P. Siregar

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menyampaikan bahwa dalam rangka mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19, pemerintah berencana memperluas mandat PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF.

"Kami akan diberi dan mendapatkan tugas khusus oleh pemerintah. Ini berupa perluasan mandat. Saat ini masih dibahas dan semoga dalam tahun ini bisa tuntas pembahasannya," ujar Ananta dalam konferensi pers daring, Senin, (27/7/2020).

Baca Juga: Tangan Dingin Sri Mulyani Bikin Rupiah Ngamuk, Dolar AS Kritis!

Ananta mengungkapkan, meskipun masih dalam proses finalisasi, perluasan mandat dan tugas khusus diberikan agar SMF dapat berkontribusi lebih luas dalam membantu percepatan PEN.

Selama ini, SMF mengemban tugas sebagai special mission vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan.

"SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan," ujar Ananta.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 28 Juli 2020: Tembus ke Atas Rp1 Juta

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya ini, SMF memiliki peringkat AAA untuk korporasi, yang diperoleh dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Rating.

Peringkat tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menujukkan kemampuan SMF untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, serta profil permodalan yang sangat kuat, dengan didukung oleh kualitas aset yang sangat baik.

Saat ini, SMF tengah fokus memperkuat perannya sebagai SMV guna menjadi fiscal tools Pemerintah melalui penguatan model bisnis SMF.

Hal tersebut akan dilakukan melalui peningkatan aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan untuk memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah panjang.

Adapun kinerja SMF selama Semester I-2020, telah menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp4,2 triliun atau 32,23% dari target tahun 2020.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini