Diaz Hendropriyono: Komisaris BUMN Itu Bukan Cuma Makan Gaji Buta

Diaz Hendropriyono: Komisaris BUMN Itu Bukan Cuma Makan Gaji Buta Foto: Sufri Yuliardi

Ketum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Diaz Hendropriyono, menyoroti rumor jabatan komisaris BUMN menjadi rebutan para politisi.

"Yang paling penting kita tahu bahwa jadi komisaris itu ternyata bukan hanya makan gaji buta, jadi sudahlah enggak usah dikejar-kejar," ujar Diaz di podcast YouTube miliknya berjudul Emang Bisa Minta Kursi Komisaris? saat berbincang dengan Komisaris Utama Garuda Indonesia, Triawan Munaf.

Baca Juga: Pukulan Adian ke Erick Makin Keras, Jokowi Itu Presiden, Bukan...

Dalam acara itu, Diaz memberikan pertanyaan pancingan kepada Triawan. Soal rumor bagi-bagi jabatan kepada mereka yang membantu memenangkan Pilpres 2019. Salah satunya, adakah jatah para relawan untuk menduduki kursi komisaris.

"Mas Triawan ini kan setelah Pilpres ada isu, biasalah isu yang dilontarkan ini untuk bagi-bagi jatah untuk relawan, pendukung capres tertentu untuk duduk di kursi komisaris sebagai jatah. Emangnya ada gak yang minta sama Mas Triawan untuk minta bantuan untuk jadi komisaris dari pendukung capres?" sentilnya.

Pertanyaan itu pun dikelakarkan Triawan. "Mas Diaz emang mau minta?" tanya Triawan. Pertanyaan balik tersebut ditanggapi Diaz sambil tertawa. "Waduh, emang bisa, yah?"

Triawan pun menjelaskan tidak ada istilah meminta jabatan sebagai komisaris. Kalau pun ada dari kalangan relawan maupun mantan pejabat karena orang tersebut memiliki kemampuan dan sudah terbangun kepercayaan sebelumnya dengan Presiden.

"Ya enggak lah, ini seperti manajemen pemerintahan. Di situ, timnya yang mendapat kepercayaan (komisaris) karena sudah kenal, jujur, dan memberikan ketenangan kepada bagi pemimpin kita karena sudah ada trust," kata Triawan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini