Menggali Makna Iduladha dan Pandemi Covid-19

Menggali Makna Iduladha dan Pandemi Covid-19 Foto: Istimewa

Selama ini setiap individu maupun berbagai jenis organisasi dalam berbagai tatanan selalu disibukkan pada konteksnya masing-masing. Hal ini seakan dihentikan sejenak oleh pandemi Covid-19. Barangkali, satu pembelajaran penting di antara luasnya makna universal Ibadah Haji adalah kebersatuan berbagai warga dunia untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai tujuan yang sama.

Pandemi Covid-19 telah membuat seluruh warga dunia dalam kerangka ini. Suatu kerangka dan partisipasi global yang sangat dibutuhkan dalam mengatasi berbagai tantangan global seperti pandemi, perubahan iklim, krisis energi, kelaparan, dan kemiskinan ekstrem. Demikian juga dengan pencapaian sasaran-sasaran lain dalam pembangunan global awal abad 21 (Millennium Development Goals) yang membutuhkan kesadaran, kerja sama, dan peran aktif seluruh warga dunia.

Baca Juga: Forum APEC Ambil Langkah Strategis Ini Buat Atasi Dampak Covid-19

Menengok sekilas ke belakang, patut kita syukuri, WHO dan kerja sama seluruh warga dunia telah berhasil menghapuskan cacar ganas (Smallpox) pada tahun 1980. Sebuah penyakit yang menghantui dunia selama berabad-abad. Karena keberhasilan tersebut, vaksinasi untuk penyakit ini sudah tidak lagi diperlukan oleh generasi milenial dan sesudahnya.

Demikian juga keberhasilan kerja sama dalam pencegahan beberapa wabah menjadi pandemi seperti SARS-CoV-1, Flu Burung, MERS, dan lain-lain. Eksploitasi berlebihan oleh manusia terhadap hutan-hutan alam diperkirakan telah mendorong banyak patogen mampu berpindah inang dari hewan ke manusia.

Peran serta seluruh warga dunia dalam mengatasi hal ini pada akarnya diharapkan dapat mencegah terjadinya pandemi di masa mendatang. Penggunaan berbagai sarana digital termasuk e-payment untuk mengurangi pemakaian kertas merupakan satu di antara peran aktif yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Digitalisasi menghasilkan manfaat berantai dalam berbagai hal.

Iduladha mengajarkan keikhlasan dalam menghadapi cobaan sangat berat, sebagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih anak tercinta yang telah lama sekali dinantikan kehadirannya untuk dijadikan sebagai kurban. Karena kesabaran, keikhlasan, dan kesanggupannya, akhirnya hal ini digantikan dengan hewan kurban. Makna kurban ini tentunya dapat dimaknai secara luas oleh setiap individu dan berbagai jenis dan tingkatan organisasi masyarakat pascakegiatan ibadah ritual kurban itu sendiri.

Dalam bentuk amal/perbuatan nyata menurut kapasitas dan konteksnya masing-masing, baik untuk kepentingan individu sendiri maupun kepentingan bersama yang lebih luas. Berbagai kesulitan hidup akibat guncangan ekonomi serta ancaman kesehatan dan nyawa oleh pandemi Covid-19 merupakan suatu cobaan besar dan berat bagi warga dunia; sangat dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan tekad dalam menyikapi.

Pembagian daging kurban juga melambangkan dan membangun sikap kepedulian dan empati terhadap sesama, sebagaimana spirit pada zakat dan sedekah. Pandemi Covid-19 telah membangkitkan sikap dan semangat ini di berbagai wilayah dunia yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga-lembaga, dan individu-individu pada berbagai macam dan tingkatan komunitas.

Dapat dirasakan oleh setiap orang dan semua pihak bagaimana kehidupan kota-kota besar seperti Jakarta dan perkotaan lain di Indonesia maupun dunia. Kemacetan luar biasa, polusi udara, air, dll. dilakukan dan dirasakan setiap hari oleh segenap warganya. Jika kita telusuri, berbagai sumber daya alam termasuk keanekaragaman hayati yang kita manfaatkan sehari-hari saat ini sejatinya telah disediakan melalui proses sangat kompleks dan panjang selama berpuluh-puluh juta tahun.

Namun hal ini seperti halnya BBM hampir dihabiskan hanya dalam dua abad oleh berbagai aktivitas manusia saat ini. Apabila segala aktivitas warga dunia dengan cara-cara serta tingkat pertumbuhannya dalam berbagai hal seperti sebagaimana saat ini, sulit dibayangkan apa yang akan dirasakan oleh generasi mendatang. Pandemi Covid-19 dapat dilihat sebagai sirine darurat terhadap berbagai hal yang perlu segera diatasi bersama oleh warga dunia.

Tentunya, banyak makna yang dapat kita gali dari pandemi Covid-19. Melatih kesabaran dan keikhlasan, membangun rasa kebersamaan, kerja sama dan kebersatuan warga dunia, melatih pola hidup sehat, efisiensi dalam berbagai hal, globalisasi digital, melatih fleksibilitas, membangkitkan kreativitas dan inovasi, dll.

Makna-makna ini bilamana tetap dijaga, dipersiapkan, dikembangkan, dan diteruskan bersama oleh segenap warga dunia pasca-Covid-19 berlalu akan menghasilkan banyak perbaikan. Sebagai salah satu contoh, bila pasca-Covid-19 fleksibilitas dan digitalisasi menjadi makin banyak dapat dilakukan dengan 3 kehadiran wajib dan 2 dari rumah untuk kegiatan kerja dan sekolah oleh segenap warga dunia, efisiensi dan manfaat dalam berbagai hal akan dapat dihasilkan.

Penghematan tenaga, biaya, waktu, BBM, emisi karbon, kemacetan, dan lain sebagainya akan dapat dihasilkan secara signifikan. Kualitas kehidupan keluarga yang lebih baik mungkin juga dapat dihasilkan dengan cara ini. Cara yang telah dilatih oleh pandemi Covid-19.

Dengan demikian, pandemi Covid-19 dapat dimaknai sebagai suatu pengorbanan besar dan perjuangan bersama menghadapi pandemi, dengan dan secara bersamaan menciptakan suatu tatanan baru berbasis pemanfaatan seluasnya ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk digitalisasi secara masif oleh warga dunia. Jika kita perhatikan kemajuan teknologi informasi saat ini, untuk pertama kali dalam sejarah manusia, kini setiap orang kapan saja dan di mana saja dapat mengajarkan suatu hal apa saja kepada seluruh warga dunia. Yang berarti juga sebaliknya, setiap orang dapat belajar apa saja, kapan saja, dan di mana saja. Demikian juga dalam berbagai hal yang lain.

Pandemi Covid-19 telah mendorong seluas-luasnya hal tersebut kepada seluruh warga dunia. Bilamana berbagai makna pembelajaran dapat diteruskan pascapandemi Covid-19, semoga tidak saja mampu memberikan landasan bagi keselamatan dan kesejahteraan bagi generasi mendatang, tetapi juga memberikan peluang besar terjadinya lompatan suatu era baru; hasil terjadinya pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal seluruh warga dunia.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini