Luhut: Orang-Orang Sudah Ingin ke Bali, Yogyakarta, Banyuwangi

Luhut: Orang-Orang Sudah Ingin ke Bali, Yogyakarta, Banyuwangi Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Karena corona, hampir lima bulan rakyat disuruh tinggal di rumah. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai rakyat pasti bosan di rumah. Menurut Luhut, saat ini masyarakat ingin beraktivitas seperti biasa. Salah satunya, pergi berlibur ke tempat wisata.

Keinginan itu disikapi Luhut dengan rencana membuka sejumlah tempat wisata. Dengan begitu, perekonomian kembali bergerak, rakyat pun senang.

"Orang sudah bosan di rumah. Ingin ke Bali, Yogyakarta, Banyuwangi atau ke mana lagi," kata Luhut dalam kegiatan Sore Bersama LBP, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Utang Bengkak! Luhut: Dibilang Berlebihan, Faktanya Harus Ngutang

Salah satu bukti bahwa orang sudah jenuh di rumah, kata Luhut, dilihat dari kian bertambahnya pergerakan pesawat. Merujuk data Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai sekitar 45 persen. Padahal, dua bulan lalu masih di angka 20 persen.

"Kami berharap kalau semua keadaan terkendali akan mencapai 50 persen dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Di satu sisi, Luhut melihat pembatasan sosial telah berdampak pada mandeknya perekonomian di sektor pariwisata. Untuk menggiatkan sektor pariwisata, Luhut dan sejumlah menteri akan meresmikan pembukaan kembali pariwisata secara bertahap di berbagai daerah. Dimulai dari Banyuwangi pada Rabu, 29 Juli 2020, lalu ke Bali pada Kamis 30 Juli 2020.

"Dan terus bertahap di beberapa tempat," katanya.

Menurut Luhut, pemulihan pariwisata karena wabah dan instabilitas politik membutuhkan waktu rata-rata 10 bulan. Kendati pandemi belum berakhir, pemerintah akan mulai membuka kembali sektor pariwisata dengan perlahan. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak, mengenakan masker, dan rajin cuci tangan.

Jika sektor pariwisata bergerak diharapkan akan ada penyerapan kembali tenaga kerja. Salah satu cara meningkatkan pergerakan ekonomi, Luhut mengeluarkan kebijakan perjalanan dinas di tujuh kementerian di bawah kordinasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini