Di Tengah Pandemi, Anak Perusahaan Hulu Pertamina Genjot Produksi

Di Tengah Pandemi, Anak Perusahaan Hulu Pertamina Genjot Produksi Foto: Pertamina Hulu Energi

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan di sektor hulu terus berupaya mencapai target dengan tetap melakukan pengeboran dan mengoptimalkan produksi di tengah berbagai tantangan terkait pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak April 2020 lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengungkapkan bahwa data per Juni 2020, secara total produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group baik untuk aset domestik maupun internasional mencapai 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari), dengan rincian produksi minyak bumi sebesar 414,4 KBOPD (ribu barel minyak per hari) dan produksi gas bumi sebesar 2.721 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). 

Baca Juga: Pemimpin Ala Ahok: Jika Kepalanya Lurus, Pasti Bawahannya Lurus!

Dua anak perusahaan hulu Pertamina pun mencatat kinerja positif dengan mencapai target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) revisi, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan realisasi produksi sebesar 107% atau 30.459 BOPD dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) sebesar 101% atau 12,3 KBOPD. Sementara itu, tiga anak perusahaan lainnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) realisasi produksinya tercapai 99,9% (82,2 KBOPD), PT Pertamina EP (PEP) sebesar 99% (80,5 KBOPD), dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP) tercatat 96% (99,4 KBOPD).

"Sesuai RKAP revisi, PHM dan PHSS berhasil melampaui target operasi setelah mencatatkan performa baseline (produksi eksisting) yang lebih baik dan ditambah dengan produksi dari well intervention (intervensi sumur)," ujar Fajriyah dalam keterangan pers, Senin, (27/7/2020).

Baca Juga: Bos Pertamina Lebih Pilih Jual Anak Usaha Dibanding Berutang

Fajriyah menjelaskan, untuk produksi gas bumi, anak usaha yang berhasil melampaui target adalah PHE yang realisasi produksinya mencapai 102% atau 800,4 MMSCFD. Pencapaian baik ini ditopang dari Blok ONWJ (Offshore North West Java) dengan produksi tercatat di atas target karena baseline yang baik, kehandalan fasilitas dan production losses yang minimal.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini