Konsulat AS Ditutup, Sorak Rakyat China: Negara Kita Sangat Kuat!

Konsulat AS Ditutup, Sorak Rakyat China: Negara Kita Sangat Kuat! Foto: Reuters/Thomas Peter

Staf Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Kota Chengdu mengakhiri proses pengosongan ruangan pada Minggu (26/7/2020). Pengosongan ruangan dilakukan usai Pemerintah China memerintahkan kantor perwakilan itu sudah harus ditutup pada Senin (27/7/2020).

Selama pengosongan berlangsung, aparat keamanan memperketat penjagaan di luar bangunan. Di tengah cuaca panas, puluhan polisi berseragam dan berpakaian preman berbaur dengan warga melihat pengosongan kantor konsulat dari jalanan yang dipenuhi dengan pepohonan.

Baca Juga: Buntut Amarah China: Konsulat AS Ditutup, Pengamanan Super Ketat

Penutupan kantor konsulat China di Houston dan konsulat AS di Chengdu kian memperburuk hubungan dua adidaya ekonomi dunia tersebut. Sebelum penutupan, hubungan keduanya telah merenggang karena perselisihan di berbagai isu, antara lain perdagangan, teknologi, pandemi Covid-19, dan klaim sepihak China di Laut Cina Selatan.

Sejumlah polisi meminta mereka yang menonton pengosongan untuk menjauh mengingat warga berkerumun di luar kantor konsulat. Beberapa pejalan kaki juga ada yang merekam video dan memotret proses pengosongan itu.

Warga meyakini saat itu akan momen terakhir mereka melihat bangunan itu di tempati diplomat AS. Jalanan di depan kantor konsulat pun ditutup, kecuali untuk kendaraan kekonsuleran dan kepolisian.

Pada Jumat, Cina memerintahkan AS menutup kantor konsulatnya di Chengdu, wilayah barat daya Provinsi Sichuan. Tenggat waktu pengosongan diberikan sampai jam 10:00 pagi waktu setempat, Senin, demikian informasi dari media resmi pemerintah.

Di Houston, Jumat, sekelompok pria didampingi oleh pegawai Departemen Luar Negeri AS, terlihat memaksa membuka pintu kantor konsulat China. Kejadian itu berlangsung tidak lama setelah perintah penutupan kantor konsulat berlaku.

Menteri Luar Negeri AS menyebut kantor konsulat China di Houston sebagai "pusat aktivitas mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual".

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini