Anies Blak-Blakan Covid-19 Jakarta Hampir 20.000, Itu Gara-Gara..

Anies Blak-Blakan Covid-19 Jakarta Hampir 20.000, Itu Gara-Gara.. Foto: Sufri Yuliardi

Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di DKI Jakarta terus melonjak. Hingga data terakhir pada Sabtu (25/7/2020), total keseluruhan warga Jakarta yang terpapar Covid-19 sebanyak 18.741 orang.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan bahwa kalau hanya sekedar ingin mengurangi kasus positif di Jakarta, pihaknya bisa saja mengurangi pengetesan secara masif. Oleh karena itu kata Anies, angka kasus positif Covid-19 di Jakarta bisa saja langsung turun.

Baca Juga: Ikut Terpapar Covid-19, Kim Jong Un: Korut Masuki Situasi Kritis!

"Kalau kita tidak bertanggung jawab, kita kurangi testing, langsung angka positif turun, langsung angka positif keliatan rendah. Tapi itu bukan tujuan kami, tujuan kami justru menemukan yang positif, mengisolasi yang positif," kata Anies di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2020).

Dia melanjutkan, Pemprov DKI akan meningkatkan upaya testing tersebut. Dengan begitu, warga yang sudah terpapar jadi bisa ditemukan dengan cepat. Ia juga menyadari, angka positifnya tentu menjadi bertambah, tapi angka positif bertambah itu dalam rangka menemukan orang-orang yang positif supaya bisa diisolasi.

Baca Juga: Achmad Purnomo Positif Covid Usai Temui Jokowi, Istana Putuskan..

"Karena itu menurut saya masyarakat jangan hanya melihat angka pertambahan kasus, karena kalau lihat angka pertambahan kasus, kemudian dikesankan dalam kasusnya tambah berarti masalah," urainya.

Mantan Mendikbud itu tidak bisa membayangkan jika kasus positif tersebut tak bisa ditemukan dengan cepat di masyarakat oleh tenaga kesehatan.

Baca Juga: Anies Lantang: Stop Fitnah ke Tenaga Medis! Fitnah Apa Nih?

Sebab kata Anies, akan ada banyak lagi warga Jakarta yang berpotensi tertular oleh mereka yang positif Covid-19 namun tidak melakukan isolasi.

"(Jadi) kami tidak ingin mengurangi jumlah testing hanya untuk memberikan kesan aman. Kami justru mau menambah testing supaya bisa menemukan yang positif yang sedang berada di luar, yang semula tidak tahu," tutur Anies.

"Karena 66 persen dari yang ditemukan positif itu adalah tanpa gejala. Nah kalau orang tanpa gejala tidak diketahui, berbahaya," tutup Anis.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini