Kasus Covid-19 Makin Naik, Epidemiolog Minta Pemerintah Tegas

Kasus Covid-19 Makin Naik, Epidemiolog Minta Pemerintah Tegas Foto: Antara/Irwansyah Putra

Tren lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Bahkan, angka penambahan kasus positifnya dalam sehari sudah mencapai angka 1.000.

Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani, mengatakan, dalam upaya menekan penambahan kasus baru, alangkah baiknya pemerintah menyiapkan langkah atau aturan bagi masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Tito Sebut Jenazah Covid-19 Perlu Dibakar, Pakar: Cukup Dibungkus

"Jadi memang pemerintah itu harus lebih tegas sekarang. Nah, harapannya memang sekarang kuncinya di masyarakat," ujar Laura saat dihubungi, Sabtu (25/7/2020).

Dia berkata, aturan atau tindakan tegas yang dibuat pemerintah bisa saja berupa tatanan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Karena cara itu, menurutnya, masyarakat bisa mengikuti dengan baik.

Di sisi lain, edukasi dan sosilisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat umum tak boleh berhenti begitu saja. Hal ini diperlukan selama vaksin dan obat Covid-19 belum ditemukan.

"Memang tidak boleh bosan melakukan edukasi dan sosialisasi bagaimana bisa menerapkan protokol kesehatan secara patuh dan disiplin ya. Satu-satunya jalan sebelum vaksin dan obat ditemukan ya. Paling tidak memakai masker, menjaga jarak dan itu," tuturnya.

Secara keseluruhan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu, 25 Juli 2020, terjadi kenaikan sebanyak 1.868 kasus. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga hari ini mencapai 97.286.

Selain itu, dilaporkan juga kasus yang sembuh dari Covid-19 bertambah 1.409 sehingga total sembuh menjadi 55.354 orang. Sementara, jumlah yang meninggal bertambah 49 orang sehingga totalnya 4.714 orang. Saat ini sebanyak 54.752 menjadi suspek Covid-19.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini