Anggaran Covid-19 di Jayapura Habis, Akhirnya...

Anggaran Covid-19 di Jayapura Habis, Akhirnya... Foto: Antara/Indrayadi TH

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyatakan akan menghentikan pelaksanaan rapid test Covid-19 secara massal. Alasannya, pemkot setempat sudah kehabisan anggaran untuk penanganan Covid-19 sedangkan kasus positif di Jayapura terus meningkat setiap hari.

"Dana kami sudah habis. Sementara angka positif Covid-19 terus bertambah karena kami gencar melakukan rapid test massal pada warga. Jadi, saya minta agar gugus tugas tidak lagi lakukan rapid test massal," kata Tomi di Jayapura, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bea Cukai Salurkan Bantuan Covid-19 Rp100 Juta di Banjarmasin & Jayapura

Dia menjelaskan anggaran yang tersedia di Kota Jayapura bukan hanya untuk penanganan Covid-19, namun juga untuk keperluan lainnya seperti sektor perekonomian, pendidikan, sampai infrastruktur. Menurutnya, Pemkot Jayapura sudah menyiapkan langkah tertentu jika anggaran dari Pemprov Papua belum turun.

"Untuk sewa hotel saja dalam bulan ini sudah habis. Ya, kalau tidak ada bantuan dana dari Provinsi Papua maka kita mungkin akan melakukan isolasi mandiri bagi pasien baru," ujarnya.

Selain anggaran minim, jelas Tomi, sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura juga sudah tak mampu lagi menampung pasien Covid-19. Kata dia, kapasitas rumah sakit overload sehingga sulit menerima pasien positif yang terus bertambah.

"Rumah sakit kita sudah penuh. Tak bisa lagi menampung pasien yang terus bertambah karena setiap hari kita temukan ada kasus positif dengan rapid test massal. Jadi, saya mau hentikan rapid massal ini," katanya.

Ia menyebut jumlah pasien Covid-19 di Kota Jayapura naik setiap hari. "Selama ini kan petugas gugus kita gencar lakukan rapid test massal. Akibatnya, jumlah positif kita terus bertambah," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini